October 10, 2017

Rohingya Merasa Tak Diinginkan Dimanapun

BANGLADESH – Menghadapi aksi kekerasan, Rohingya, entah mereka yang melarikan diri dari kerusuhan di negara bagian Rakhine pada tahun 1978, 1991-92 atau tahun ini, tidak merasa diinginkan dimanapun. Myanmar menganggap mereka sebagai migran dari Bangladesh dan menolak untuk memberi mereka kewarganegaraan meskipun banyak yang tinggal di Rakhine selama beberapa generasi. Bangladesh juga menginginkan Myanmar membebaskan kembali […]

Rohingya Merasa Tak Diinginkan Dimanapun Read More »

Mau Jadi Guru Inspiratif? Segera Daftar ke Seminar Ini!

Dengan mengusung semangat pendidikan Indonesia lebih baik, Dompet Dhuafa (DD) Sumsel kembali mengadakan seminar pendidikan dengan tema “Guru Cerdas Inspiratif” yang akan diadakan di Aula DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (15/10). Kegiatan seminar yang dibuka untuk umum ini akan berlangsung 7.30-13.00 WIB dan akan diisi oleh Zaenal Umuri, seorang trainer pendidikan nasional dan literasi sekaligus

Mau Jadi Guru Inspiratif? Segera Daftar ke Seminar Ini! Read More »

dr. Rosita Rivai: Senang Praktik di Medan Bencana

Senang rasanya bila selalu merasakan suasana baru dan mengatur sesuatu yang kacau menjadi lebih teratur dan rapi (dr. Ochi) Matahari sangat terik di lokasi pengungsian Muslim Rohingya di Thangkhali Cox’s Bazar, Bangladesh. Antrian membanjiri tenda kesehatan milik Indonesia Humanitarian Alliance (IHA), Rabu (27/09/2017). Pasien yang antre terlihat payah. Beberapa di antaranya terbatuk-batuk, memegang perut seraya

dr. Rosita Rivai: Senang Praktik di Medan Bencana Read More »

Nestapa Rohingya

Selama beberapa generasi, Muslim Rohingya merasa Myanmar sebagai rumah mereka sendiri. Kini, dengan upaya yang sistemik, mereka tengah “dihapus” dari peta negara yang pernah dipimpin Junta Militer selama beberapa dekade ini. Dengan dalih membalas serangan kelompok teror Rohingya, Agustus lalu aparat keamanan yang didukung massa melakukan persekusi dan membakar perkampungan Muslim Rohingya di sejumlah distrik.

Nestapa Rohingya Read More »

Cerita Panjang Penderitaan di Arakan

Gambar memilukan digores anak-anak pengungsi Rohingya yang menunjukan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar. Manzur Ali yang berusia 11 tahun menggambar bagaimana rasanya harus meninggalkan desanya di Boulibazar, Myanmar. Gambar itu mengilustrasikan seorang laki-laki menarik kepala seorang wanita Rohingya. Gambar lainnya juga menunjukkan orang-orang dicekik dan ditembak dari sebuah helikopter. Lain lagi dengan Kurshida (12 tahun)

Cerita Panjang Penderitaan di Arakan Read More »