Yunidar: Sejak Awal Dibuka, Nenek Selalu Berobat di LKC

Yunidar, Nenek 75 tahun yang selalu setia berobat di LKC DD Sumsel

Yunidar, Nenek 75 tahun yang selalu setia berobat di LKC DD Sumsel

Berbagi dan Melayani, adalah konsep yang diterapkan oleh Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa (DD) Sumsel kepada seluruh membernya, karena melayani, adalah mata uang yang tidak punya kembalian setimpal. Ia hanya terbayar, jika pihak yang dilayani merasa diutamakan.

Hal itulah yang diakui oleh Yunidar, nenek berusia 75 tahun yang juga merupakan member LKC DD Sumsel saat tengah berobat ke Klinik LKC beberapa waktu yang lalau. Menurutnya, ia merasa ada kecocokan berobat di klinik tersebut.

“Awal-awal LKC dibuka nenek langsung berobat disini, dan ternyata cocok. Pelayanannya bagus, dan ramah-ramah” ujar nenek 23 cucu ini

Terlepas bahwa yang dikerjakan memang sudah menjadi kewajiban LKC DD Sumsel yang berkhidmat bagi kemanusiaan, setiap tim Sumber Daya Insani (SDI) yang ada di Klinik LKC berusaha  memberikan pelayanan seoptimal mungkin. Setiap senyum yang terkembang dari bibir dhuafa adalah bayaran mahal. Bahwa ada kepuasan di situ, atas pelayanan yang diberikan.

“Tergolong lengkap kalau perika disini, saya disini rutin periksa gula darah, darah timggi, darah rendah, maklum sudah tua. Dan disini selain ramah, juga gratis jadi tidak membebani nenek,” ungkapnya lagi

Yunidar sebelumnya memang member LKC. Namun, setelah mendapat KIS (Kartu Indonesia Sehat)/BPJS, ia dan beberapa orang member lain dipindahkan ke Fasilkes Tingkat Pertama lainnya. Setelah beberapa waktu, kebanyakan dari mereka merasa tak nyaman, sehingga akhirnya mereka memilih balik ke klinik LKC saja sebagai Fasilkes Tingkat Pertama. Padahal, sejak kuartal 3 2014, DD Sumsel telah menjadi mitra BPJS dan melayani membernya sendiri dan juga peserta BPJS.

Data terakhir, member LKC saat ini terdaftar sebanyak 2000-an member dan member BPJS sebanyak 1000-an orang. Dalam bidang pelayanan dengan nama LKC berwujud klinik. Sebagian melayani member LKC dengan latar belakang dhuafa dan member BPJS.

Yunidar rutin memeriksakan kesehatan, terutama penyakit kencing manis yang dideritanya. Selain itu ia juga memanfaatkan untuk memeriksa matanya di Klinik LKC yang terkena katarak. “Baru sebatas periksa, karena belum bisa dioperasi karena saya menderita kencing manis”

LKC sendiri merupakan lembaga non profit jejaring Dompet Dhuafa khusus di bidang kesehatan yang melayani kaum dhuafa secara paripurna melalui pengelolaan dana sosial masyarakat (ZISWAF- Zakat, Infak, Sedekah dan wakaf) dan dana sosial perusahaan. LKC DD Sumsel, hadir sebagai program kesehatan yang akan menyelaraskan dengan kerja-kerja pemerintah provinsi Sumatera Selatan.

Berlokasi di Jl. KH. Azhari 7 Ulu No.98, 7 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang, LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan adalah salah satu bentuk program Dompet Dhuafa Sumatera Selatan dalam bidang kesehatan yaitu dengan mendirikan sebuah klinik pelayanan kesehatan bagi mustahik yang berbasis medis, penyuluhan, kader sehat, pos sehat, dan pengembangan kearah pengobatan herbal dan thibunnabawi. Selain pelayanan di tempat, juga akan ada pelayanan keliling ke kantong-kantong mustahik yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Salah seorang  tim Sumber Daya Insani (SDI) sedang memberi pelayanan kepada pasien LKC DD Sumsel

Salah seorang tim Sumber Daya Insani (SDI) sedang memberi pelayanan kepada pasien LKC DD Sumsel

 

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter