Warga Sumsel Diminta Waspadai Banjir

Foto ilustrasi

Palembang-Kabut asap yang melanda Palembang dan beberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan telah berakhir. Kini cuaca kembali cerah dan udara jauh lebih sejuk.

Musim kemarau telah beralih menjadi musim hujan. Setiap harinya, hujan selalu turun pada sore atau malam hari. Sejauh ini, beberapa titik di kota Palembang yang rawan banjir, masih aman. Meski, harus diakui intensitas hujan kian tinggi.

Namun, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori menyebut, dampak hujan sebenarnya mulai terjadi, seperti mulai terendamnya permukiman warga hingga menyebabkan beberapa fasilitas rusak.

Di Kabupaten Empat Lawang, hujan yang melanda menyebabkan genangan air. Kendati belum begitu parah, dan air hujan tak lama langsung menyusut, namun perlu diwaspadai potensi hujan yang terus menerus terjadi.

“Sejauh ini, warga masih tetap bertahan dan tidak melakukan evakuasi, karena masih belum begitu parah,” katanya.

Terkait dampak lain, pihaknya juga mendapat kabar bahwa ada jembatan yang mengalami kerusakan akibat derasnya dampak hujan, hanya saja pihaknya belum mengetahui persis kerusakan tersebut dan kini tengah berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Tapi, kami pastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi akibat bencana banjir karena memang belum begitu parah,” tutur dia.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Bambang Beny mengungkapkan, jika berbicara data dari 30 tahun terakhir, intensitas hujan tahun ini mengalami peningkatan.
Banyak factor menjadi penyebab, seperti pembangunan yang terjadi dan muncul awan penghujan lebih cepat.
“Saat musim kemarau beberapa waktu lalu, panas lebih terasa panas atau gerah. Bila suhu dingin, maka akan lebih dingin lagi dari biasanya,” ujarnya.
Curah hujan yang tinggi, tak hanya menjadi potensi banjir saja, tanah longsor dan angin puting beliung juga perlu di waspadai warga. Biasanya, potensi ini bakal tergantung dengan tempat. Untuk kota besar maka potensi yang terjadi sudah pasti lebih besar adalah banjir, karena banyaknya pembangunan gedung dan resapan air yang semakin minim. zal

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter