Ustadz Madroi, Berikan Pelatihan Jenazah dari Wilayah Minoritas Muslim di Indonesia, Sampai Hong-Kong (Edisi 2)

Ustadz Madroi

Palembang-Sejak mengemban amanah menjadi Manajer Barzah Dompet Dhuafa tahun 2013, ustadz Madroi, S.Sos, I, telah memberikan pelayanan mengantar 3.750 Jenazah.
Tak hanya itu, ia juga aktif memberikan bimbingan, pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat umum, karyawan, pelajar, mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengurus jenazah.
“Kita berikan pelatihan bagaimana tata cara mengurus jenazah yang benar,” kata ustadz yang sering rutin mengisi tausiah di 7 majelis taklim ini.
Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat terhindar dari ‘fobia’ jenazah. Mereka ditempah menjadi muslim yang mencintai manusia seutuhnya.
“Cinta pada keluarga atau sesama manusia, tidak hanya semasa hidup tapi juga sampai meninggal dunia, kita harus mempermalukannya dengan baik. Kita juga berharap, lahir kader-kader atau tenaga ahli usia muda, berkiprah menolong masyarakat jika ada yang meninggal,” ujarnya.
Dalam mewujudkan hal itulah, ia rutin keliling Nusantara, melakukan Pelatihan Pengurusan Jenazah. Baik itu pelatihan yang digelar Dompet Dhuafa pusat ataupun DD di Provinsi.
Untuk wilayah Jabotabek, nyaris seluruh titik sudah pernah menerima Pelatihan Pengurusan Jenazah.
Ia juga pernah melakukan pelatihan di Padang, Waikanan Lampung, Medan Sumatra utara, Samarinda Kalimantan Timur, Balikpapan, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang penduduknya minoritas muslim, dan daerah di provinsi lainnya.
“Salah satu yang paling di ingat, yakni melakukan Pelatihan Pengurusan Jenazah di wilayah non muslim, yakni di Karo, Sumatera Utara. Muslim di sana lebih kurang 27 persen dari penduduk yang ada,” jelasnya.
Dalam tugas yang ia emban, ustadz Madroi juga pernah menjumpai jenazah yang belum dimandikan selama dua hari karena tidak ada petugas.
“Tempat-tempat seperti ini sangat urgen, butuh pelatihan pengurusan jenazah,” ucapnya.
“Pada akhir April 2016, saya juga pernah menjadi trainer pada Pelatihan Pengurusan Jenazah di luar negeri, tepatnya di Hong-Kong,” tambahnya.
Mereka yang ikut pelatihan adalah Warga Negara Indonesia yang bekerja di sana. Tapi ada juga beberapa warga Hong-Kong.
Mengurus jenazah di Hong-Kong lebih simple dari Indonesia. Di Hong-Kong memandikan Jenazah tidak ada tradisi memakai kembang-kembang seperti di Indonesia, karena di sana memang sulit menemukan kembang 7 rupa.
“Nah, pekan ini saya kembali akan menjadi trainer pada Roadshow Pengurusan Jenazah di Sumsel untuk kedua kalinya,” katanya.

Pelatihan dimulai di Palembang, tepatnya di Masjid Assa’adah, yang berada di Jalan Letnan Murot KM 5 Palembang, Rabu (16/10/2019). Selanjutnya pelatihan di gelar, Kamis (17/10/2019), di Masjid Madrotillah di Kota Prabumulih. Sementara untuk Lubuklinggau akan digelar di Masjid Syuhada Majapahit, Sabtu (19/10/2019). (Zal)

Posted in Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *