UNFPA: Banyak Ibu Hamil Rohingya Melahirkan di Jalan

BANGLADESH – Dana Penduduk PBB (UNFPA) mengungkapkan jika pihaknya menemukan wanita pengungsi rohingya yang melahirkan di tengah jalan.

Sebelumnya diberitakan jika UNFPA juga telah mengatakan sebanyak 24.000 wanita hamil dan menyusui dalam kondisi tak berdaya di Bangladesh setelah melarikan diri dari Myanmar.

Priya Marwah, Koordinator Respon Kemanusiaan di UNFPA, mengatakan bahwa mereka berusaha memperkuat layanan tersebut dengan bantuan pemerintah dan mitra lokal.

“Dua hari yang lalu kami menemukan seorang wanita yang melahirkan di pinggir jalan pada tengah malam. Dia dibawa ke salah satu pusat kesehatan kami dimana bidan kami dapat merawatnya dan bayinya. Cerita seperti ini terjadi setiap hari.” ungkapnya, dilansir Al Jazeera.

“Kami menyediakan layanan dan pasokan ke penyedia layanan kesehatan baik klinik yang dikelola oleh pemerintah maupun klinik yang dikelola oleh IOM atau klinik bergerak UNFPA yang dikelola oleh mitra lokal kami,” katanya.

Bidan lain, Najma Akter, mengatakan bahwa obat-obatan dan layanan di puskesmas bebas. “Kami mengunjungi masyarakat di dalam kamp pengungsian dan menasihati mereka untuk memanfaatkan layanan kami untuk pengiriman yang aman,” katanya.

“Di kamp, ibu memiliki tingkat gizi rendah, mereka menderita anemia, mereka tidak memiliki akses terhadap perawatan kesehatan sebelumnya.” tambahnya.

Dr Mohammad Ashraful Alam, Petugas Lapangan dengan UNFPA, mengatakan bahwa organisasinya telah menyediakan 68 bidan di Cox’s Bazar, termasuk pusat kesehatan Kutupalong.

Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bersimpati dan membantu ringankan beban saudara kita di Myanmar melalui rekening DD Sumsel:

Mandiri 113000.765.3474
an. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

#Tambahkan angka 10 di donasi Anda, contoh Rp. 100.010,-

Donasi online: www.ddsumsel.org/donasi

Informari dan Konfirmasi:
Telp: 0711 814 234
WA : 0811 7811 440

Rohingya menanti kesadaran manusia di bumi untuk mengakui dan menerimanya. Rohingya, etnis yang paling teraniaya di bumi, menunggu bantuan kita yang lebih berdaya untuk menyuarakan hak-haknya. Mari bersimpati dan membantu ringankan beban mereka, karena mereka keluarga kita. We Stand For Rohingya!

Sumber:

 

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter