Sinergi Bersama DD Sumsel dan PT PLN (Persero) Untuk Kemandirian Dhuafa

Sekretaris Lazis PLN WS2JB serahkan secara simbolis dana untuk program kemandirian dhuafa, foto diambil Selasa (9/2/2016)

Sekretaris Lazis PLN WS2JB serahkan secara simbolis dana untuk program kemandirian dhuafa, foto diambil Selasa (9/2/2016)

Dalam rangka membantu kemandirian kaum dhuafa, Lembaga Amil Zakat (Lazis) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) sepakat bersinergi dengan Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan.

Kesepakatan itu diambil pada Selasa (9/2/2016) bertempat di Masjid Nurul Ikhwan Kantor PT PLN (Persero) WS2JB Palembang ditandai dengan penyerahan secara simbolis dana kemandirian sebesar Rp. 138.377.452. Dana tersebut diserahkan oleh Suhendra Saad mewakili Manajemen Lazis PLN kepada Heriyanto Manager Program DD Sumsel disaksikan perwakilan manajemen dari kedua belah pihak.

Dalam keterangannya, Suhendra berharap program ini dapat menjadi salah satu usaha pemberdayaan dhuafa. “Sasaran kita para dhuafa yang telah memiliki kemampuan cukup, tinggal kita tambahkan keterampilannya. Sehingga bisa menambah penghasilan harian untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dana tersebut berasal dari zakat karyawan PT PLN (Persero) WS2JB yang berhasil dikumpulkan oleh manajemen LAZIS PLN WS2JB.

Interaksi LAZIS PLN dengan DD Sumsel bukan kali pertama. Karena keduanya sudah beberapa kali bekerjasama, baik dalam program reguler maupun tematik di bulan Ramadhan.

Institut Kemandirian

Sementara itu, Heriyanto selaku manajer program menyampaikan tentang penggunaan alokasi dana tersebut. “Alokasi dana akan kita peruntukkan untuk program di bidang ekonomi dalam bentuk pelatihan keterampilan menjahit,” ujarnya.

Para penerima manfaat nantinya adalah para dhuafa dan diseleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh DD Sumsel.

“Model perekrutan penerima manfaat dilakukan secara langsung ke lapangan dan pengajuan dari pihak masyarakat. Untuk selanjutnya disurvei oleh tim program Dompet Dhuafa Sumatera Selatan”, lanjut Heriyanto.

Direncanakan, total penerima manfaat sebanyak akan direkrut sebanyak 16 orang dengan target berusia produktif. “Alokasi terbesar anntinya pada pembelian peralatan mesin jahit, karena sifatnya jangka panjang dan berkelanjutan. Dengan demikian, kelas pelatihan ini nantinya dapat dilakukan dalam beberapa angkatan”.

Heriyanto juga menegaskan, kesinambungan program ini diharapkan akan menjadi cikal bakal Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa Sumsel sebagai bentuk ikhtiar mengangkat harkat dan martabat mustahik melalui pendekatan keterampilan.

“Selain keterampilan menjahit juga akan diikuti dengan kelas-kelas keterampilan lainnya yang relatif memakan waktu singkat namun bisa memberikan pembekalan bagi peserta yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti program ini”, tutupnya. (KJ-04/*)

Tandatangan SPK oleh kedua belah pihak.

Tandatangan SPK oleh kedua belah pihak.

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter