Palembang, DDSumsel – Santri, pengurus, dan staf Dompet Dhuafa Sumatera Selatan serta Ekselensia Tahfizh School Sumatera Selatan menggelar kegiatan Kurbanaval (Kurban Karnaval) di Kambang Iwak, Palembang, pada Ahad (18/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB ini bertujuan untuk :
- Meneladani semangat pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail : Kegiatan Kurban Karnaval menjadi momen untuk mengingat dan meneladani kisah pengorbanan yang penuh keikhlasan dalam ajaran Islam.
- Meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan : Melalui kegiatan bersama seperti karnaval, para santri belajar bekerja sama, saling membantu, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
- Mengenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas : Karnaval menjadi sarana dakwah kreatif, di mana para santri dapat menunjukkan ajaran kurban dan nilai sosial Islam secara menarik kepada masyarakat.
- Mengembangkan kreativitas dan bakat santri : Dalam persiapan dan pelaksanaan karnaval, para santri berkesempatan menunjukkan kreativitas mereka dalam membuat kostum, dekorasi, serta penampilan seni.
- Melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial : Santri diajarkan untuk peduli terhadap sesama, terutama dalam konteks kurban yang menekankan pentingnya berbagi kepada yang membutuhkan.
Ustaz Lamudin selaku Musyrif e-Tahfiz DD Sumsel, menjelaskan, “Kegiatan Kurbanaval ini bukan hanya sekadar karnaval biasa. Ini adalah cara kami untuk menanamkan nilai-nilai kurban kepada para santri dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama di momen Idul Adha.”
Ditambahkannya, kegiatan Kurbanaval ini memberikan banyak manfaat bagi Santri eTahfizh Sumsel, “Santri bisa belajar tentang nilai kepedulian dan berbagi lewat keterlibatan langsung dalam distribusi kurban”.
Selain itu, dapat pula melatih kepemimpinan dan kerja tim dalam kegiatan lapangan sekaligus memperkuat jiwa sosial dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat penerima manfaat.
“Yang tak kalah pentingnya, tentu saja untuk menambah wawasan keislaman, khususnya tentang fikih kurban dan praktiknya,” ucap Ust Lamudin.
Ust Lamudin juga berharap, melalui kegiatan ini, para santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “Termasuk di dalamnya adalah mengasah keikhlasan & semangat berkontribusi di momen besar umat Islam,” tutupnya. (Kontributor: Tim/Editor: Harpani)

