SADARI : Cara Efektif Deteksi Dini Kanker Payudara

Gaya hidup modern dan pola makan yang tidak sehat dan cenderung instan, menjadi pemicu munculnya penyakit akhir zaman yang disebut kanker. Kanker menjadi penyakit mematikan yang tidak hanya menyerang orang ekonomi kuat, seluruh kalangan termasuk ekonomi lemah dan dhuafa berpotensi terkena penyakit kanker ini. Salah satu kanker yang menggangu tersebut adalah kanker payudara.

Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada kaum pria, hanya saja kasusnya sangat jarang.

Frekuensi kasus penyakit ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan yang terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya. Sedangkan di Indonesia, kanker payudara menempati peringkat kedua setelah kanker serviks.

Topik inilah yang diangkat oleh program Promosi Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) DD Sumsel pada kegiatan penyuluhan reguler yang dilaksanakan pada Jumat (7/6) yang lalu. Penyuluhan ini memberikan ke masyarakat tentang Penyakit Kanker Payudara, penyebab, dan pencegahannya.Para peserta yang ke semuanya ibu-ibu, antusias menyimak pemaparan yang disampaikan oleh Bidan Huswatun Hasanah. Ada sekitar 30-an peserta yang hadir.

Huswatun memperkenalkan simulasi tentang Sadari, atau Periksa Payudara Sendiri. Menurutnya, Sadari merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Kanker Payudara. ”Waktu yang ideal untuk melakukan Sadari adalah hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama menstruasi/ haid,” ujarnya. Namun jika sedang tidak hamil atau tidak lagi memiliki menstruasi/ haid, Sadari dapat dilakukan sendiri setiap saat, tetapi waktunya dibuat sama setiap bulannya. ”Sedangkan jika sedang menyusui, lakukan SADARI setiap bulan pada waktu yang sama setiap bulannya. Lakukanlah Sadari setelah menyusui bayi, bukan sebelumnya,” sambungnya.

Bagaimana melakukan SADARI ?

Langkah 1

Mulailah dengan melihat payudara Anda di cermin dengan bahu lurus dan tangan diletakkan di pinggul. Amatilah ukuran, bentuk, dan warna payudara, apakah ada perubahan yang mudah terlihat atau pembengkakan.

Langkah 2 & 3

Angkat lengan dan lihat perubahan yang mungkin terjadi. Sambil melihat cermin, perlahan – lahan tekan putting susu antara jari telunjuk dan ibu jari serta lakukan cek terhadap keluaran putting susu (dapat berupa air susu atau cairan kekuningan atau darah).

Langkah 4

Lakukan perabaan terhadap payudara Anda sambil berbaring. Gunakan tangan kanan untuk meraba payudara kiri Anda dan tangan kiri untuk meraba payudara kanan. Gunakan sentuhan yang lembut dengan menggunakan tiga jari tangan (telunjuk, jari tengah, dan jari manis) dengan posisi berdekatan satu sama lain. Sentuh payudara dari atas ke bawah, sisi ke sisi dari tulang selangka ke bagian atas perut Anda, dan dari ketiak ke belahan dada.

Langkah 5

Terakhir, lakukan perabaan terhadap payudara Anda dengan gerakan yang sama sambil berdiri atau duduk. Kebanyakan wanita merasa lebih mudah merasakan payudaranya dalam kondisi basah sehingga sering dilakukan saat mandi.

Jika setelah melakukan Sadari, ditemukan kondisi sebagaimana disebut di bawah ini, segera konsultasikan dengan dokter :

  • Bejolan, pengerasan atau penebalan
  • Bengkak, kemerahan dan teraba hangat
  • Perubahan ukuran atau bentuk
  • Kerutan pada kulit (seperti kulit jeruk)
  • Gatal, bersisik sakit atau ruam pada puting susu
  • Puting payudara seperti tertarik (retraksi)
  • Tiba-tiba keluar cairan dari puting payudara
  • Rasa sakit pada payudara yang tidak kunjung sembuh

Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 14.00 tersebut dijadwalkan menjadi mata agenda rutin LKC DD Sumsel di Bidang Promkes. Rini Herdiana PJ Program LKC DD Sumsel menyebutkan, penyuluhan ini sangat penting, agar masyarakat mengetahui tentang penyakit Kanker Payudara dengan mengetahui sedini mungkin melalui pemeriksaan Sadari. (KJ-04/*)

 

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter