Mulia Bersama Anak Yatim

Anak-anak Yatim Kreatif Indonesia sedang bermain games kekompakan.

————

Ada seorang janda yang masih keturunan Alawi bersama beberapa anak perempuannya. Setelah suaminya meninggal, keadaannya jatuh miskin. Suatu hari ia membawa anak-anaknya pergi untuk mengungsi karena khawatir mendapat perlakuan tidak baik dari musuh. Ia memasukkan anak-anaknya ke dalam masjid yang kosong, karena cuaca begitu dingin saat itu. Melihat anak-anaknya yang kelaparan maka ia keluar masjid untuk mencari makanan..

Di jalan ia bertemu dengan seorang Muslim yang merupakan Syaikh di daerah tsb, kemudian ia menceritakan keadaan dirinya,bahwa ia adalah keturunan Alawi yang membutuhkan makanan. Akan tetapi syaikh Muslim tsb mengatakan:”Kemukan bukti dan saksi bahwa engkau wanita keturunan Alawi.” Lalu wanita ini menjawab:”saya seorang yang merantau,dan belum ada seorangpun yang mengenal saya.” Apa yang terjadi? Syaikh Muslim itu berpaling dan meninggalkan wanita tsb karena wanita ini tidak dapat memberikan bukti dan saksi. Janda ini amat bersedih atas perlakuan syaikh Muslim itu.

Di tengah perjalanan berikutnya wanita ini bertemu dengan orang Majusi,dan ia menceritakan keadaannya seperti ia menceritakan kepada Syaikh Muslim tadi. Ternyata orang Majusi ini menyuruh istrinya untuk menjemput anak-anak janda dan dibawa ke rumahnya untuk tinggal dan diberikan pakaian beserta makanan yang cukup.

Ketika waktu masuk tengah malam,syaikh Muslim bermimpi seolah kiamat telah terjadi. Dalam mimpinya ia melihat gedung yang begitu indah,dengan rangkaian berlian dan yakut. Ia bertanya pada Rasulullah SAW:”untuk siapakah gedung ini?” kemudian Rasul SAW bersabda:”untuk orang muslim yang bertauhid.” Lalu syaikh ini menjawab:”saya muslimyang bertauhid.” Rasul SAW berkata:”Kemukakan bukti dan saksi bahwa engkau muslim yang tauhid.” Syaikh ini kebingungan… Lantas Rasul SAW bersabda:”Ketika engkau didatangi seorang janda Alawi,engkau meminta bukti dan saksi,sekarang engkau buktikan bahwa engkau seorang Muslim!” Syaikh ini terbangun dari mimpinya dan ia sangat sedih karena telah menyianyiakan janda Alawi tsb.

Keesokan harinya Syaikh ini berkeliling mencari wanita Alawi,sampai akhirnya dia mendapat berita bahwa wanita Alawi tsb tinggal di rumah seorang Majusi. Maka didatanginya orang Majusi tsb dan serta merta ia meminta agar orang Majusi tsb menyerahkan janda Alawi padanya. “Aku bayar seribu dinnar,dengan syarat serahkan janda Alawi tsb dan anak-anaknya.” Tapi orang Majusi itu berkata:”Aku tidak akan menyerahkan janda itu beserta anak-anaknya.Karena aku telah mendapat berkah dari mereka.Semalam akupun bermimpi melihat gedung yang sama dengan yang kau lihat dalam mimpimu.Kemudian Rasul SAW bersabda:”Gedung nan indah beserta isinya tsb untukmu dan keluargamu karena kau telah menerima Janda sekaligus anak-anak yatim tsb.Engkau dan orang yang ada di rumahmu termasuk ahli surga.Karena sejak awal engkau telah menjadi orang yang beriman.”

Majusi itu berkata:”Gedung yang kau lihat itu dibangun untukku.Janda itu telah menunjukkanku pada Islam. Demi Allah,tidaklah aku tertidur tadi malam,melainkan aku dan keluargaku telah masuk Islam diatas tangan perempuan yang mulia ini.” Syaikh ini berpaling sambil membawa rasa kecewa yang ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT.

Terlahir tanpa ayah, tak sempat merasakan hangatnya kasih sayang dari sosok yang bernama ayah atau ibu, menjadikan anak yatim-piatu sering terperangkap dalam perasaan tidak lengkap. Di kala anak seusia mereka masih bisa mencecap indahnya kasih sayang kedua orang tua, mereka harus tumbuh dalam kesendirian yang dingin. Kesendirian yang kadangkala harus menjerat mereka kepada perasaan minder.

Teladan kita Rasulullah Saw, dalam beberapa riwayat telah memberikan petunjuk kepada kita untuk memuliakan anak yatim, merawat, memperhatikan dan ikut mendidik mereka sehingga terampil dan mandiri. Dalam sebuah hadist diriwayatkan tentang seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Muhammad Saw dan mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thabrani].

Allah sendiri berfirman yang artinya, “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa besar (QS An-Nisaa [4] : 2).

Banyak orang yang menjadi mulia karena memuliakan anak yatim. Namun tidak sedikit pula yang menjadi hina, karena mengabaikan anak yatimatau bahkan memakan harta anak yatim. Kebutuhan anak yatim tak sebatas pada makanan dan pakaian saja. Namun lebih dari itu, mereka sangat membutuhkan perhatian lebih terutama dalam bidang pendidikan dan keterampilan.

Berangkat dari hal itulah, DSIM melalui Program Layanan Kesehatan dan Pengembangan Insani (LKPI) berkonsentrasi dalam menyalurkan dana-dana donasi dalam bidang pendidikan keterampilan dan beasiswa kepada anak dari kalangan dhuafa. Terkait dengan anak yatim dhuafa, LKPI DSIM menseriusinya dengan membuat program kreatif untuk Anak Yatim. 

Program Yatim Kreatif sendiri adalah langkah awal menuju mimpi besar LKPI dalam program pendidikan untuk anak yatim dan dhuafa, sekolah bebas biaya yang berkualitas. Tapi Yatim Kreatif saat ini bukanlah sekolah, tapi merupakan suatu pembinaan bagi anak yatim di mana harapannya anak-anak ini kelak memiliki percaya diri, kemandirian dan pola pikir yang sama dengan anak-anak lainnya yang mampu. Dan untuk saat ini Yatim Kreatif diujikan dulu dengan anak-anak penerima beastudi DSIM selama kurang lebih 4 kali pertemuan dengan jumlah 20 anak SD dan saat ini sudah berjalan 3 kali, setiap pekan materi yang diberikan berbeda-beda begitupun tutor yang memberikan materinya.

Saat ini, kegiatan pekanan dilaksanakan dan bekerjasama dengan pihak Sekolah Alam Indonesia yang terletak di kawasan Bukit Siguntang Palembang. Sejak dilaunching pada bulan April lalu, banyak kegiatan yang telah dilakukan untuk anak-anak yatim binaan LKPI DSIM tersebut. Di antaranya Supercamp pada musim liburan lalu, berkunjung ke markas dan berfoto bersama pemain Sriwijaya FC, kunjungan ke pabrik PT Indofood yang dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon dan sebagainya.

Secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan yang ada dalam Program Yatim Kreatif Indonesia (YAKIN) Bisa dilaksanakan dalam rangka pembinaan kepada anak-anak penerima beastudi. Sebab, di antara hak yang akan mereka terima selain beastudi, adalah berupa pembinaan jasmani, ruhani serta aneka pengetahuan untuk mereka.

Menjadi harapan kita bersama untuk dapat mewujudkan program yang tidak hanya ‘memberi ikan’. Tetapi juga bisa memberikan pengaruh dalam perkembangan mental dan karakter anak-anak. Terutama life skill dan character building. (DSIM)

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter