LKC DD Sumsel Gelar Sosialisasi Penyakit TB, TB HIV dan TB MDR

LKC DD Sumsel, Palembang – Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara terbesar penderita Tuberculosis (TB). Tingkat mobilitas yang tinggi serta faktor keandalan tenaga kesehatan dalam mengedukasi pasien menjadi sekian dari beberapa penyebabnya. Sehingga tak heran jika dalam jangka waktu satu tahun ada 9 juta orang yang terinfeksi kuman TB.

Setidaknya fakta tersebut terungkap saat LKC menggelar Seminar Sosialisasi TB, TB-HIV dan TB MDR, pada Kamis (30/10/2014) lalu bertempat di Hotel Gran Duta Syariah Palembang.

Dr. Anton Suwindro, MKes Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang yang berkesempatan membuka kegiatan, mengungkapkan fakta ditemukannya satu pasien tuberculosis aktif MDR – Multi Drugs Resistant di kota Palembang.

“Hal yang mengejutkan, pasien tersebut baru berusia 17 tahun. Usia yang produktif. Saat ditanya, mengapa tidak berobat, kan gratis? Dijawabnya, tidak ada uang untuk pergi ke tempat berobat”, cerita dr. Anton.

Kabar ini tentu sangat miris. Di tengah kampanye tentang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN, red) di tahun 2015 nanti, di mana para tenaga kesehatan, umum hingga spesialis bebas masuk ke Indonesia dengan peralatan dan pelayanan yang modern dan canggiih. “Kita masih saja belum tuntas mengurus penyakit macam TB, sakit mata, kecacingan, kurap, kudis”, tukasnya bernada retoris.

Maka dari itu, ia sangat mengharapkan partisipasi dan kerjasama dengan banyak pihak agar penyakit TB ini dapat ditekan jumlah penderitanya. Diperlukan tenaga kesehatan pendamping pasien. Yang rutin memonitor kondisinya.

“Saya sampaikan banyak terima kasih kepada pihak LKC DD Sumsel ini. Karena, telah berkontribusi aktif dalam penanganan pasien TB. Terutama kepada pasien TB-MDR yang berusia 17 tahun tadi, yang bersedia memberikan layanan transport, antar jemput pasien ke tempat pengobatan”.

Kegiatan yang melibatkan banyak tenaga kesehatan dari seluruh Kecamatan di Kota Palembang tersebut, juga turut mengundang beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya. Seperti dr. H Zen Ahmad, Sp PD-KP FINASIM ketua Tim DOT TB RSMH dan Dr Rouly Pola Pasaribu, Sp PD Konsultan Paru RSMH.

Keduanya memberikan materi dan membuka diskusi terkait materi TB-MDR dan TB-HIV.

Drg. Ufo Pramigi selaku Manager LKC DD Sumsel menyampaikan rasa terima kasih kepada para undangan yang telah hadir serta berharap, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya dalam memutuskan mata rantai penyebaran penyakit TB di kota Palembang.

Melalui semangat “Temukan dan Sembuhkan Pasien TB”, LKC DD Sumsel mengajak kepada para dokter, kader kesehatan dan pihak terkait agar dapat berperan aktif dalam menemukan pasien TB dan membantu upaya penyembuhannya. Karena faktanya, satu orang pasien TB Aktif, mampu menularkan penyakitnya kepada 10 – 15 orang dalam waktu satu tahun. (KJ-04)

LKC DD Sumsel gelar Sosilasi Penyakit TB

LKC DD Sumsel gelar Sosilasi Penyakit TB

LKC DD Sumsel gelar Sosilasi Penyakit TB

 

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter