Palembang – Di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, tangis kecil seorang balita sesekali memecah keheningan. Tubuh mungil Hanifa yang baru berusia 1 tahun 5 bulan tampak terbaring lemah di atas tempat tidur perawatan. Di sisinya, sang ibu, Melda, tak pernah jauh meninggalkan putrinya. Siang dan malam ia setia mendampingi, mengusap kepala Hanifa, menenangkan setiap tangisnya, sembari terus memanjatkan doa agar buah hatinya segera diberi kesembuhan.
Hanifa saat ini tengah berjuang melawan alergi protein dan radang usus yang membuat asupan makanan yang dapat dikonsumsinya sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhannya hingga mengalami stunting. Untuk mengetahui makanan yang aman dikonsumsi, Hanifa harus menjalani proses food challenge di bawah pengawasan tim medis.

Bagi Melda, setiap suapan makanan yang diberikan kepada putrinya bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjuangan yang penuh kehati-hatian. Ia mencatat setiap jenis makanan yang memicu alergi maupun yang dapat diterima tubuh Hanifa. Catatan sederhana itu kini menjadi pegangan yang selalu dibawanya, karena satu kesalahan kecil dapat membuat kondisi Hanifa kembali memburuk.
Perjuangan keluarga kecil ini semakin berat karena mereka berasal dari Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), yang berjarak sekitar delapan jam perjalanan dari Kota Palembang. Demi mendampingi proses pengobatan putrinya, Melda harus tinggal jauh dari rumah selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, sang suami tetap berada di kampung untuk merawat anak mereka yang berusia tiga tahun sekaligus mencari nafkah dengan berjualan keripik secara berkeliling di pasar. Penghasilan yang diperoleh setiap hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan biaya hidup selama proses pengobatan berlangsung.
Di tengah keterbatasan tersebut, Melda hanya bisa berharap agar Hanifa segera pulih. Sebagai seorang ibu, tidak ada rasa yang lebih berat selain melihat anaknya menangis kesakitan sementara kemampuan ekonomi keluarga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS.
Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan melalui Program Layanan Mustahik hadir membawa amanah zakat dari para donatur untuk membantu meringankan beban keluarga Hanifa.
Pada Jumat (3/7/2026), bantuan diserahkan secara langsung oleh Wawan Setiawan, Tim Sosial dan Kemanusiaan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, kepada Melda di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan penunjang pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS, baik selama masa perawatan maupun proses pemulihan Hanifa. Bantuan tersebut meliputi susu khusus Neocate 400 gram, Nutrimore, ByeBye Fever, L-Bio Vitamin, serta Vipalbumin ekstrak ikan gabus yang sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan kondisi Hanifa.


Melda tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima bantuan tersebut. Baginya, harga susu khusus dan vitamin yang harus dikonsumsi Hanifa berada di luar kemampuan ekonomi keluarganya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Dompet Dhuafa Sumatera Selatan dan seluruh donatur. Barang-barang yang dibutuhkan Hanifa ini harganya cukup mahal. Jujur, kami sudah tidak sanggup lagi membeli susu dan vitamin tersebut. Bantuan ini menjadi harapan besar bagi keluarga kami. Semoga semua donatur Dompet Dhuafa Sumatera Selatan diberikan rezeki yang berlimpah, dimudahkan segala urusannya, dan selalu diberikan kesehatan,” ungkap Melda dengan mata berkaca-kaca.
Wawan Setiawan menyampaikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Dompet Dhuafa Sumatera Selatan.
“Di balik setiap bantuan yang diberikan, ada kepercayaan para donatur yang harus kami jaga sebaik mungkin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Hanifa sehingga mereka dapat lebih fokus mendampingi proses pengobatan dan pemulihan. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit Hanifa, memberikan kekuatan kepada kedua orang tuanya, dan membalas setiap kebaikan para donatur dengan keberkahan yang berlipat,” ujar Wawan.
Kisah Hanifa menjadi pengingat bahwa masih banyak keluarga yang sedang berjuang dalam diam menghadapi ujian kehidupan. Mereka tidak menginginkan kemewahan, melainkan kesempatan agar anak-anak mereka dapat tumbuh sehat, mendapatkan pengobatan yang layak, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Melalui Program Layanan Mustahik, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan terus berkomitmen menghadirkan manfaat dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk masyarakat yang membutuhkan. Setiap amanah yang dititipkan para donatur tidak hanya menjadi bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga menghadirkan harapan, ketenangan, dan semangat baru bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Sebab terkadang, bagi sebuah keluarga yang tengah berjuang, satu kaleng susu, sebotol vitamin, dan satu uluran tangan penuh kepedulian mampu menjadi alasan untuk kembali percaya bahwa mereka tidak sedang menghadapi semuanya sendirian.


