Dompet Dhuafa Sumatera Selatan Ringankan Tunggakan Kontrakan Keluarga Pengemudi Ojol, Hadirkan Harapan bagi Masa Depan Tiga Buah Hati

Palembang – Tidak semua perjuangan mencari nafkah terlihat oleh mata. Di balik jaket hijau yang dikenakan setiap hari, tersimpan kisah seorang ayah yang rela mengorbankan tenaga dan waktu demi memastikan ketiga buah hatinya tetap dapat makan dan memiliki tempat untuk berteduh.

Adalah Bapak Mike, seorang pengemudi ojek online yang setiap hari berjuang menyusuri jalanan Kota Palembang menggunakan motor listrik sewaan Grab. Sebelum memperoleh penghasilan, ia harus terlebih dahulu mengeluarkan biaya sewa kendaraan sebesar Rp75.000 setiap harinya. Biaya tersebut menjadi beban yang harus dibayar, terlepas dari banyak atau sedikitnya pesanan yang diterima.

Dalam beberapa bulan terakhir, orderan yang semakin sepi membuat penghasilan Bapak Mike jauh dari cukup. Tidak jarang ia harus pulang larut malam dengan membawa uang yang hanya cukup untuk membeli kebutuhan makan keluarga. Bahkan, ada hari-hari ketika ia memilih menahan lapar agar istri dan ketiga anaknya dapat makan lebih dahulu.

Di tengah perjuangan itu, Bapak Mike dan sang istri, Ibu Emania, harus menghadapi kenyataan bahwa biaya sewa kontrakan mereka di Jalan Siaran, Kecamatan Sako, Palembang mulai menunggak. Setiap kali mendengar suara langkah kaki di depan rumah, keduanya diliputi rasa cemas, khawatir jika suatu saat diminta meninggalkan tempat tinggal yang selama ini menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi keluarga kecil mereka, rasa tidak enak hati kepada pemilik kontrakan yang sudah berbaik hati kepada mereka juga menjadi rasa bersalah jika belum ada rezeki untuk membayar kontrakan.

Meski hidup dalam keterbatasan, Bapak Mike tidak pernah menyerah. Setiap pagi ia tetap berangkat membawa harapan akan datangnya orderan yang dapat menghidupi keluarga. Baginya, senyum ketiga anaknya adalah alasan untuk terus bertahan meskipun lelah dan kesulitan silih berganti datang.

Melihat kondisi tersebut, Layanan Mustahik Dompet Dhuafa Sumatera Selatan hadir memberikan bantuan pelunasan tunggakan biaya sewa kontrakan pada Kamis (2/7/2026)

Bantuan tersebut disalurkan secara langsung kepada pemilik kontrakan, yang juga merupakan seorang single parent. Dengan pembayaran dilakukan langsung kepada pemilik rumah kontrakan, diharapkan bantuan benar-benar menyelesaikan tunggakan yang menjadi beban keluarga Bapak Mike sekaligus memberikan kepastian bagi kedua belah pihak.

Momentum penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Rasa cemas yang selama ini menghantui keluarga Bapak Mike perlahan berubah menjadi rasa syukur ketika mengetahui tunggakan kontrakan mereka telah dilunasi.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Ibu Emania mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah… kami benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan bantuan sebesar ini. Selama ini kami hanya bisa berdoa agar ada jalan keluar. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa Sumatera Selatan dan seluruh donatur yang telah membantu keluarga kami. Bantuan ini bukan hanya membayarkan kontrakan, tetapi juga mengembalikan ketenangan kami. Semoga Allah membalas setiap kebaikan Bapak dan Ibu semua dengan rezeki yang berlipat ganda, kesehatan, dan keberkahan.”

Hal senada juga disampaikan Bapak Mike. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih giat demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

“Saya hanya ingin anak-anak tetap punya tempat tinggal yang nyaman dan bisa terus sekolah. Terima kasih kepada para donatur yang sudah peduli dengan keluarga kami. Bantuan ini membuat saya semakin semangat untuk terus berusaha. InsyaAllah saya tidak akan menyerah mencari nafkah untuk keluarga.”

Kebahagiaan keluarga ini tidak berhenti sampai di situ. Sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan juga mengundang Bapak Mike ke Kantor Layanan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan untuk menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku tulis bagi kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Bantuan tersebut menjadi kejutan yang semakin melengkapi kebahagiaan keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kebutuhan sekolah sering kali harus ditunda demi memenuhi kebutuhan pokok. Kini, kedua anak mereka dapat kembali belajar dengan perlengkapan yang lebih layak dan semangat baru untuk meraih cita-cita.

PIC Sosial Kemanusiaan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa setiap bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang ingin menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kami percaya bahwa setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman dan kehidupan yang lebih baik. Bantuan ini bukan hanya untuk membayad tunggakan kontrakan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar Bapak Mike dan Ibu Emania tetap kuat menjalani kehidupan. Semoga Allah memudahkan setiap ikhtiar mereka dan membalas kebaikan seluruh donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui Dompet Dhuafa Sumatera Selatan.”

Dompet Dhuafa Sumatera Selatan terus mengajak masyarakat untuk menebarkan manfaat melalui zakat, infak, sedekah, dan donasi kemanusiaan. Sebab di balik setiap bantuan yang diberikan, ada keluarga yang kembali tersenyum, anak-anak yang dapat melanjutkan sekolah, serta orang tua yang memperoleh kekuatan untuk terus berjuang menjemput rezeki yang halal.

Karena terkadang, sebuah bantuan yang tampak sederhana bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menghidupkan kembali harapan sebuah keluarga untuk menatap masa depan dengan lebih optimis