DD Sumsel Sosialisasi Rekrutmen SMT Angkatan Ke-2

Fasilitator SMT Andiwijaya menyampaikan kepada para guru MIN 2 tentang program School of Master Teacher.

Fasilitator SMT Andiwijaya menyampaikan kepada para guru MIN 2 tentang program School of Master Teacher.

Menjelang berlangsungnya proses rekrutmen program Scholl of Master Teacher (SMT) angkatan ke-2, Dompet Dhuafa (DD) Sumsel mulai melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang. Pada kesempatan Rabu (4/5) lalu, tim SMT Palembang menyambangi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang untuk melakukan sosialisasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut 70 orang guru dari MIN 2. Sedangkan sosialisasi sendiri dilakukan oleh fasilitator SMT Andiwijaya dan Desty Rina Purnamasari.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah MIN 2 Budiman, S PdI, M Pd mengarahkan guru-gurunya untuk terlibat dalam pelatihan selama 3 bulan tersebut, terutama bagi mereka yang memenuhi kriteria.

“Bagi guru yang maksimal usianya 35 tahun saya menganjurkan untuk ikut pelatihan ini, materinya bagus untuk bekal dan bahan mengajar, apalagi programnya tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Mengenai kebermanfaatan program, Budiman mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Dompet Dhuafa dalam perhatian di dunia pendidikan melalui program SMT.

“Untuk meningkatkan skill guru, kita membutuhkan banyak pelatihan. Jika kemampuan guru meningkat, akan juga berefek pada siswa kita, menjadi anak sholeh lagi pandai. Jika kelak anak didik kita menjadi pemimpin, maka mereka akan menjadi pemimpin yang baik, tidak seperti pemimpin kebanyakan hari ini”, imbuh Budiman.

Sementara Andiwijaya menekankan kepada calon peserta untuk serius dalam mengikuti setiap tahapan program, mulai dari rekrutmen, seleksi, perkuliahan, hingga wisuda. “Pembiayaan program ini bersumber dari dana Zakat masyarakat di Sumsel, sehingga kita harus mengoptimalkannya sebaik mungkin,” jelas Andi yang juga alumni Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa angkatan V dan sempat ditugaskan di daerah terpencil di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Ia juga menjelaskan tentang latar belakang program SMT yang sudah memasuki tahun ketiga. Diawali dari Sulawesi Selatan, hingga kini program dilakukan di 6 provinsi. Sumsel termasuk provinsi yang baru menjalankan program di tahun 2016.

“Kita patut bersyukur karena menjadi salah satu tempat pelaksanaan program, karena tidak setiap daerah yang ada Dompet Dhuafa juga memiliki program serupa,” katanya.

Untuk biaya program, Andi menjelaskan bahwa aktifitas pelatihan selama 3 bulan ini tidak berbayar, justru peserta akan mendapatkan banyak fasilitas. Di antara fasilitas yang diaiapkan adalah modul perkuliahan dan akomodasi selama pelatihan berlangsung.

Guna memperlancar agenda perkuliahan, peserta program juga disarankan yang memiliki smartphone, nantinya perangkat tersebut digunakan untuk pelaksanaan kuliah online, salah satu model penyampaian materi perkuliahan beberapa hari sebelum perkuliahan tatap muka.

Selain pengguna smartphone, peserta SMT juga diutamakan yang aktif bersosialisasi di dunia maya menggunakan media sosial. “Keakraban dalam menggunakan media sosial ini dengan harapan aktifitas dan kegiatan program dapat disebarluaskan dan diketahui lebih luas dengan pemanfaatan media sosial,” jelas Andi.

Dalam kesempatan sosialisasi program tersebut juga dibuka pendaftaran langsung bagi yang sudah memenuhi kriteria. “Baras akhir pendaftaran program sampai tanggal 18 Mei mendatang, untuk penyerahan berkas bisa langsung disampaikan ke kantor DD Sumsel di Jl. Angkatan 66 Palembang”, terang Andi. (Wan/KJ-04)

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter