DD Sumsel Bagikan Masker, Kurangi Dampak Kabut Asap

Pembagian Masker di Palembang

Seorang relawan DDV memsangkan masker kepada salah seorang pengguna jalan di kawasan Simpang Bank Indonesia, Selasa (8/9/2015) lalu.

Palembang darurat asap! Palembang kembali dikepung asap. Kebakaran lahan hebat yang terjadi di Jambi dan Riau telah mendatangkan kabut asap di kota metropolis Palembang. Ditambah dengan keberadaan titik hotspot yang juga terpantau di wilayah Sumsel, turut memperparah keadaan.

Jerry Handriansyah dari divisi relief dan kemanusiaan DD Sumsel mengungkapkan, beberapa bulan terakhir telah membagikan sedikitnya 6.000 masker guna mengurangi dampat kabut asap.

“Bersama dengan relawan kita telah membagikan ribuan masker. Terutama kepada pengguna jalan yang setiap harinya beraktivitas di jalan dan terpapar oleh kabut asap ini”, ujar Jerry.

Dengan dibantu oleh para relawan yang tergabung dalam DDVolunteer, masker tersebut dibagikan di titik-titik yang padat pengguna jalannya. “Seperti kawasan Pasar 16 Ilir, Simpang Fly Over Jakabaring dan yang terbaru di Simpang Bank Indonesia”.

Diungkapkan oleh Jerry, hal serupa telah pernah pula dilakukan oleh DD Sumsel saat kabut asap mulai turun. Tepatnya setahun yang lalu, September 2014. “Namun untuk tahun ini lebih parah, asap mulai masuk ke dalam rumah”, ujarnya. Tak heran jika kemudian jumlah masker yang dibagikan tahun ini menjadi lebih besar dan kemungkinan akan terus bertambah jika kabut asap ini tidak segera pergi.

Bagi Masker di Palembang 2

Aksi pembagian masker gratis di Palembang

Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan
Apa jadinya jika sistem pernafasan kita terpapar oleh kabut asap ini? Mengutip dari beberapa sumber, apabila seseorang terpapar konsentrasi tinggi asap kabut yang mengandung komponen berbahaya bisa menimbulkan berbagai gangguan pernapasan.

Kualitas udara yang buruk akibat kabut asap, bisa menimbulkan efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan.

Dalam jangka pendek asap akan mengiritasi membran mukosa tubu, mulai dari mata, sampai saluran napas. Pada mata pasti akan merah, perih, dan berair. Sedangkan pada saluran napas menyebabkan bersin-bersin dan produksi dahak meningkat.

Kabut asap juga bisa menyebabkan rangsangan pada saluran napas sehingga mencetuskan alergi. Yang sudah terkena asma bisa muncul serangan asma lebih sering, demikian juga yang menderita rhinitis alergi.

Partikel berbahaya dalam kabut asap juga akan merusak mekanisme pertahanan alami di saluran pernapasan. Dalam saluran napas ada sistem kompleks yang tugasnya menyapu kotoran, debu, atau kuman. Nah, asap ini akan merusak silia dalam saluran napas sehingga sistem pertahanan tubuh di saluran napas turun.

Dalam jangka panjang, rusaknya pusat pertahanan alami saluran napas ini akan mempermudah masuknya kuman. Akibatnya daya tahan tubuh lebih lemah, kalau ada kuman yang berbahaya seperti kuman TBC yang tadinya bisa dilemahkan menjadi mudah masuk.

Pada orang yang punya kebiasaan merokok, mekanisme pertahanan di saluran napasnya juga gampang rusak. Karena mekanisme pertahanannya tidak bagus lagi akhirnya lebih rentan kena penyakit.

Jika paparan kabut asap berlangsung selama berminggu-minggu, maka itu bisa menurunkan fungsi paru. Efeknya adalah bisa menyebabkan batuk kronis, penyempitan saluran napas, bahkan bisa memicu asma pada orang yang sebelumnya tidak punya riwayat.

Lantas apa yang dapat kita perbuat?
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama berbagi tips untuk melindungi diri dari risiko gangguan kabut asap. Menurutnya, ada delapan hal yang bisa dilakukan. Yakni:

1. Sedapat mungkin hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung. Terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.

2. Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.

3.Minum air putih lebih banyak dan lebih sering
4.Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.

5. Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.

6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya

7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.

8. Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik. (KJ-04/*)

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter