Curhatan Ustadzah Herlina, Ditengah Pandemi Corona

Dompet Dhuafa Sumsel menyalurkan bantuan sembako dari Majelis Telkomsel Taqwa Sumbagsel ke Ustadzah Herlina.

Palembang-Ustadzah Herlina, satu dari ratusan atau bahkan ribuan guru mengaji di Palembang yang merasakan dampak langsung dari pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Sejak virus ini masuk Sumatera Selatan, khususnya di Palembang, pemerintah meminta warganya untuk berada di rumah saja guna mencegah penyebaran virus corona. Saat itu juga anak didiknya ‘hilang’ satu persatu.
“Tadinya, ada 30 anak didik yang belajar mengaji dengan saya. Tapi, kini hanya 10 anak saja, yakni mereka yang berada di dekat rumah saja,” ucap Ustadzah Herlina, warga RT 59, RW 14 Kelurahan Lorok Pakjo ini.
Dia sangat sedih, karena tidak bisa bersilaturahmi dan mentransfer ilmu kepada murid-muridnya. Padahal, mereka mulai fasih dalam membaca ayat suci Al-qur’an.
Bagi ustadzah Herlina, menjadi guru mengaji bagi 30 anak, menjadi ladang ibadah baginya. Meski ada yang menghargainya jasanya itu dengan sejumlah uang. Tapi, itu bersifat sukarela dari orangtua anak.
Ia sama sekali tidak mematok biaya atas jasanya itu. Bahkan, ia tidak mau menerima balas jasa dalam bentuk apapun dari anak keluarga dhuafa.
“Saya hanya berharap pandemi corona ini segera berakhir. Bukan untuk ekonomi kami, tapi kasihan dengan anak-anak yang terhenti dalam belajar mengaji,” katanya.
Terakhir, ia mengucapkan terimakasih kepada Majelis Telkomsel Taqwa yang telah memberikan bantuan paket sembako, lewat Dompet Dhuafa Sumatera Selatan.
“Saya ucapkan terimakasih, hanya tuhan yang bisa membalas kebaikan ini,” ujarnya. zal

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter