Bukti Kinerja Dompet Dhuafa untuk Pendidikan

Penyampaian Materi Seminar oleh Zaenal Umuri (15/10), di Aula DPRD Sumsel

Penyampaian Materi Seminar oleh Zaenal Umuri (15/10), di Aula DPRD Sumsel

Dengan mengusung semangat pendidikan Indonesia lebih baik, Dompet Dhuafa (DD) Sumsel kembali mengadakan seminar pendidikan dengan tema “Guru Cerdas Inspiratif” di Aula DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (15/10).

Kegiatan seminar yang dihadiri oleh 270 peserta ini dibuka langsung oleh Pimpinan Cabang (Pimcab.) Dompet Dhuafa (DD) Sumsel, Kusworo Nursidik, sekaligus menjelaskan secara umum mengenai program-program pendidikan yang ada ddi DD Sumsel.

“Agenda hari ini adalah salah satu bukti dari kinerja program pendidikan yang ada di DD Sumsel. Program pendidikan di DD Sumsel sendiri mengutamakan didikan yang berkualitas dan perberdayaan pada penerima manfaat,” jelas Kusworo.

Agenda ini diisi oleh Zaenal Umuri, seorang trainer pendidikan nasional dan literasi sekaligus penulis buku Bukan Guru Umar Bakrie,Menjadi Guru Cerdas Finansial, menurutnya menjadi seorang guru haruslah mempunyai kecerdasan yang kompleks.

“Kita haruslah menjadi guru yang secara kecerdasannya menyeluruh, yang bukan hanya diwajibkan menjadi guru yang pandai dalam menyampaikan materi ajar, namun juga harus cerdas dalam mengelola financial, cerdas literasi, dan juga cerdas secara social,” Jelas Zaenal dalam materinya.

Kegiatan ini juga akan berbarengan dengan launching program Sriwijaya Master Teacher (SMT) angkatan ke-5 dan Program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Wilayah Kota Palembang, yang kemudian dilakukan pembekalan oleh Shirli Gumilang, yang merupakan Konsultan Sekolah Literasi Indonesia dari Makmal pendidikan Dompet Dhuafa.

SMT sendiri merupakan Sriwijaya Master Teacher adalah program peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik khususnya di tingkat pendidikan dasar yang berasal dari lembaga marginal maupun non marginal guna mempercepat perbaikan pendidikan melalui pelatihan keguruan dan evaluasi pembelajaran selama 3 bulan setiap akhir pekan di sekolah tempat mengajar.

Sedangkan SLI merupakan Merupakan model sekolah berbasis masyarakat yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem instruksional (pembelajaran dan pengembangan kultur sekolah dengan kekhasan literasi yang kental.

“Hari ini kita sudah me-lounching 8 Sekolah Literasi di Palembang, harapannya ingin menularkan virus-virus literasi, membudidayakan kembali budaya-budaya literasi di sekolah, baik itu guru, murid, kepala sekolah, hingga wali murid melalui komite sekolah,” ujar Andi Wijaya, PIC Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa Sumsel.

Suasana Seminar "Guru Cerdas Inspiratif" bersama DD Sumsel

Suasana Seminar “Guru Cerdas Inspiratif” bersama DD Sumsel

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter