Bantuan Obat-Obatan dari Dinkes untuk LKC DD Sumsel

Melengkapi persediaan obat-obatan yang dimiliki oleh Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan memberikan bantuan obat-obatan. Penyerahan obat itu sendiri telah dilaksanakan pada Selasa (5/3) beberapa pekan yang lalu.

Sri Rahmawati, Head of Retail Program DD Sumsel menyebutkan, bantuan obat-obatan itu sendiri bersifat hibah dan akan digunakan dalam aneka kegiatan aksi kesehatan yang dilakukan oleh LKC-DD Sumsel.  

“Ada sebanyak 28 jenis obat yang diberikan. Ditaksir nilainya sekitar Rp3,5 juta. Sebelumnya juga kita mendapat bantuan berupa alat peraga penyuluhan, seperti lembar balik, leaflet dan buku panduan kesehatan. Kebetulan memang, bagian yang menjalin hubungan dengan kita itu adalah Sie Promosi Kesehatan (Promkes) dari Dinas Kesehatan”, tutur dara yang biasa dipanggil Uwi ini.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan kebijakan LKC ke depan yang lebih mengutamakan aspek promosi kesehatan ketimbang preventif. LKC sendiri di-launching pada Rabu (20/3) dan mengambil lokasi di 7 Ulu Palembang.

Uwi menambahkan, bantuan dari Dinkes ini sendiri sifatnya hanya sekali. Tidak bisa berkelanjutan untuk masa-masa berikutnya. “Dinkes memang biasa memberikan bantuan obat-obatan namun hanya sekali untuk satu pihak. Kebijakannya seperti itu. Jadi Dinkes banyak memberikan obat-obatan kepada pihak yang membutuhkan namun tidak diberikan lagi untuk kegiatan berikutnya”, ulasnya menirukan ucapan staf Dinkes saat menyerahkan bantuan obat.

LKC DD sendiri, secara mandiri mempunyai anggaran sendiri dalam pengadaan obat-obatan. Dan semua dana tersebut berasal dari bantuan donatur yang berpartisipasi aktif dalam bidang kesehatan.

Sejarah LKC di Palembang

Merunut ke belakang, LKC sejatinya telah hadir di Palembang melalui Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) yang dulunya masih sebatas jejaring Dompet Dhuafa yakni di tahun 2005. Seiring perkembangannya, LKC telah membantu ratusan membernya  melalui aneka kegiatan promotif dan preventif. Seperti Aksi Kesehatan, Pemberian Makanan Tambahan, Kader Kesehatan dan sebagainya. Hingga akhir 2012, LKC-DSIM telah hadir di beberapa lokasi, baik yang sifatnya tetap seperti Klinik di Jl Sambu-A Rivai, 7 Ulu dan di Yayasana Ash-Shaff.

Memasuki tahun 2013, seiring dengan bergabungnya DSIM dengan DD dan berganti nama menjadi DD Sumsel, semangat untuk meningkatkan pelayanan dan jangkauan LKC mendorong DD Sumsel untuk menyegarkan kembali konsepnya. Setidaknya bila sebelumnya LKC lebih condong kepada pengobatan preventif, maka pada tahun kepengurusan yang sekarang LKC lebih menekankan pada aspek promotif. Yakni mengkampanyekan gaya hidup sehat. Dengan menyasar dan melibatkan anak-anak sekolah, ibu rumah tangga dan sebagainya. (KJ-04)

bagikan ke >>

WhatsApp
Facebook
Twitter