World Cleanup Day Bersama Volunteer Dompet Dhuafa Sumsel Menginspirasi Budaya Sampahku Tanggungjawabku

Disadari benar bahwa isu lingkungan hidup terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah sangat membutuhkan gerak aktif dan masif oleh berbagai kalangan. Hal inilah juga yang mendasari Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (DD Sumsel), Unit Layanan Prabumulih berkolaborasi bersama Bank Sampah Prabumulih (BSP) terutama dalam komitmen untuk turut aktif merespon isu lingkungan hidup khususnya di kota Prabumulih.

 

Bertepatan juga dengan adanya World Cleanup Day di bulan September ini, menjadi langkah awal turut aktif DD Sumsel Unit Layanan Prabumulih bersama Volunteer Chapter Prabumulih melakukan berbagai aksi peduli lingkungan.

 

Serangkaian kegiatan dilakukan pada 18-19 September 2021, dimulai dengan aksi operasi semut hijau, pelatihan MOL dan ecoenzym.

–Hari Pertama–

Peringatan World Cleanup Day hari pertama dilakukan “Aksi Operasi Semut Hijau”. Kegiatan yang dilakukan di Jalan Pintas Gunung Ibul Barat, Kelurahan Muara Dua, Prabumulih Timur, ini berhasil mengumpulkan kantong sampah berisikan sampah organik sebanyak 34 kg, sampah non-organik sebanyak 22 kg, dengan total keseluruhan sampah sebanyak 56 kg.

Sampah yang berada bukan pada tempatnya, tentu akan menjadi masalah baik dari segi kesehatan, kenyamanan dan keindahan.

Mari bersama kita budayakan “Sampahku, tanggungjawabku, berkah untukku” untuk masa depan bumi yang lebih baik. #SaveTheEarth

Kegiatan dilanjutkan dengan adanya pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi Ecoenzym  dan berhasil mengumpulkan cairan ecoenzym sebanyak 7800 ml.

Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 25 orang Volunteer Dompet Dhuafa Chapter Prabumulih.

 

–Hari Kedua–

Di hari berikutnya, dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi MOL dan Ecoenzym bekerja sama dengan Bank Sampah Prabumulih. Kegiatan dilakukan di Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenvil, Kepodang Prabumulih barat yang diikuti oleh 25 orang anggota KWT dan 15 Volunteer.

 

MOL semacam bakteri buatan sendiri (lokal) untuk menyuburkan tanah atau menguraikan sampah organik menjadi kompos yang berguna seperti nutrisi (vitamin) bagi tanah agar tetap subur. Sedangkan, ecoenzym merupakan cairan hasil fermentasi campuran antara sampah organik berupa sayuran atau buah-buahan dengan molase atau gula tebu bisa juga aren.

 

Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi budaya “Sampahku, tanggungjawabku, berkah untukku” untuk masa depan bumi yang lebih baik. #SaveTheEarth

 

#ddsumsel #dompetdhuafaorg #worldcleanupday #wcd2021 #bsp #banksampahprabumulih #prabumulih #ddvsumsel #ddvprabu #menebarkebaikan #1hari1kebaikan

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *