Ustadz Abdul Somad: Berzakatlah, Jangan Sampai Kita Makan Harta Haram!


Dompet Dhuafa (DD) Sumsel dan DPRD Sumsel mengadakan acara tabligh akbar bersama Ust. Abdul Somad di Masjid Ar-Ra’iyah, Jum’at (3/8).

Jama’ah nampaknya masih sangat antusias mendengar tausiyah agama dari ustadz asal Riau ini, hal ini dibuktikan dari padatnya Masjid Ar-Ra’iyah sejak 2 jam sebelum acara dimulai, ribuan jama’ah memadati area masjid dan tenda-tenda yang disediakan oelh panitia hingga kearah jalan.

Pria asal Riau itu tampak mengenakan baju gamis putih dibalut jas hitam berlogo Dompet Dhuafa dan kopiah hitam khas yang sering digunakannya, Ustadz Abdul Somad menyapa ribuan warga Palembang.

Sepanjang isi ceramahnya juga Ustad Abdul Somad selalu menekankan keharusan umat Islam untuk berzakat dan sedekah.

“Amal paling tinggi zakat. Mari berzakat. Jangan sampai kita makan harta haram, karena di dalamnya ada hak fakir miskin dan asnaf lainnya,” ucap Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya di depan masyarakat Palembang.

Lanjut Dai lulusan Maroko tersebut, amalan zakat menempati tempatan paling tinggi disusul amalan lain seperti infaq, shodaqoh dan waqaf.

“Hal itu disampaikan nabi Muhammad, sehingga kita sebagai umat hendaknya menjalankan sunah nabi sebagai keseharusan umat muslim. Harta tak dibawa mati, kita mati harta selesai. Harta akan dibawa mati dengan di wakafkan,” ujarnya.

Selain itu, Abdul Somad pun mengungkapkankan pentingnya melindungi anak Yatim dengan memberikan Zakat, infaq, Shodaqoh atau waqaf. Sebab, anak yatim memiliki banyak keutamaan.

“Bapak, ibu, kalau ada anak yatim cara menyatuninya bukan dengan cara dikumpulkan di depan orang-orang ramai lalu dibagikan uang, bukan begitu. Tanya langsung, berapa uang sekolahnya selama setahun, bajunya setahun, kebutuhannya. Datangi mereka elus rambutnya, karena setiap helaian kita berikan ada pahalanya dari Allah SWT,” ujar Abdul Somad.

Ustadz kondang tersebut berharap dengan mengutamakan zakat, Indonesia dapat terlepas dari kemiskinan. Yang kaya menolong yang miskin.

“Tiga amalan yang akan menolong ketika kita mati, Harta jika digunakan untuk berbuat kebaikan, Anak-cucu jika mendoakan, dan amal,” bebernya.

agenda ini nampak dihadiri juga oleh para ulama-ulama kondang Sumatera Selatan seperti Habib Mahdi, selaku ketua Front Pembela Islam (FPI Sumsel), Ust. Umar Said, selaku ketua Forum Umat Islam (FUI), dan Kusworo Nursidik, Pimcab. DD Sumsel.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41 views