Trik Jitu Budikdamber Ala Rachmad

Panen lele dari Budikdamber dari Program Kebun Pangan Keluarga Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih.

Prabumulih-Jika sebelumnya Shasky Eka Cahyani asal Palembang, yang berhasil panen dari Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), kini giliran Penerima Manfaat asal Prabumulih.
Penerima Manfaat dari Program Kebun Pangan Keluarga Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih itu, adalah Rachmad Darmawan. Warga Perumahan Griya Pangkul Sejahtera, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
Dari panen pertama, ia berhasil mendapatkan ikan lele dengan total berat 1,8 kg dari 14 ekor ikan. Dia membaginya menjadi dua paket.
Paket pertama, untuk ia konsumsi sendiri bersama keluarga di tengah pandemi corona saat ini. Sementara paket kedua, ia bagikan kepada tetangga.
Rachmad terbilang berhasil, karena di dalam ember saat ini terdapat lebih kurang 50-60 ekor lagi yang siap di panen. Itu artinya, ikan lele yang ia rawat dari program Kebun Pangan Keluarga Dompet Dhuafa Sumsel, nyaris tidak ada yang mati.

“Sebenarnya ikan lele yang tersisa sudah bisa di panen lagi, karena semua relatif sudah besar semua. Rencananya pekan ini mau dipanen,” ucapnya.
Rachmad berbagi pengalamannya, supaya ikan lele bisa bertahan hidup sampai waktunya panen. Dikatakannya, jika ada tiga faktor penentu yang menyebabkan ikan mati.
“Pertama karena air yang kotor, ikan saling makan, dan ‘loncat’ dari ember. Jika ketiga hal ini bisa diatasi mudah-mudahan ikan bisa di panen sesuai harapan,” ucapnya.
Ketiga hal itu harus diatasi. Rachmad menyarankan untuk sesering mungkin menganti air untuk mengatasi kendala pertama. Biasanya, ia melakukannya satu sampai dua kali dalam satu pekan.
“Terus supaya lebih mudah, saya buatkan kerangan air. Sehingga air bisa dikurangi 30 persen, lalu ditambah dengan air yang baru Itu saya lakukan setiap hari, supaya air tetap bersih dan jernih,” ungkapnya.
Untuk mengatasi ikan lele saling bunuh atau saling makan. Cuma satu solusinya, dengan membuat ikan lele ‘sekenyang’ mungkin.
“Jadi, dalam memberikan makan ikan lele harus teratur dan disiplin,” ucapnya.

Terakhir, lebih mudah dan tidak sulit. Meminimalisir ikan lele melompat dari ember. Selain ada tanaman kangkung, ia menambahkan kawat.
“Saya pasang kawat, jadi ikan tidak bisa melompat keluar. Nah, kalau kangkung, saya juga sudah panen. Bayam tidak lama lagi. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman lain yang mungkin ingin mencoba Budikdamber. ” katanya. zal

Posted in Keterampilan Dhuafa, Pemberdayaan Dhuafa, Pemberdayaan Pertanian, Volunteer and tagged , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *