Tim DMC DD Sumsel Ikuti Pelatihan ‘HART’, Pertolongan di Ketinggian

Palembang-Aan Andrian, salah satu anggota tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan/Bengkulu, mengikuti Pelatihan Teknik Pertolongan Korban Bencana atau kecelakaan pada Ketinggian.

Pelatihan yang berlangsung mulai 13-17 Maret 2020, di Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu (Basarnas Bengkulu), melibatkan 50 peserta.

Aan terbilang beruntung, karena ia menjadi satu-satunya wakil Dompet Dhuafa Sumsel wilayah Sumsel/Bengkulu. Sementara peserta lainnya berasal dari lembaga-lembaga Potensi SAR di daerah Provinsi Bengkulu, terutama Kabupaten Rejang Lebong.

“Banyak yang saya pelajari selama pelatihan teknik pertolongan pada ketinggian. Dimulai dari pertolongan pertama, dengan menilai keadaan korban dan pemindahan ke lokasi aman,” ungkapnya.

Dia juga dibekali kemampuan dalam memberikan bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru, penanganan jika korban mengalami pendarahan, shock dan cedera jaringan ringan.

“Kami juga diberikan teknik bagaimana mengevakuasi korban dengan cedera patah tulang, diskolasi, terkilir, cedera kepala, leher, tulang belakang dan kegawat daruratan karena cuaca panas atau dingin, dan masih banyak lagi yang kami pelajari,” jelasnya.

Pelatihan sendiri, tidak monoton. Instruktur tidak hanya memberikan teori saja, tapi peserta langsung praktek dan simulasi dalam melakukan penyelamatan pada korban ketinggian.

Pelatihan juga dipusatkan di tiga lokasi berbeda, yakni Balai Informasi Pokdarwis TWA, SPN Bukit Kaba/SPN Polda Bengkulu, Kawasan TWA Bukit Kaba Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

“Semoga apa yang saya dapat bisa berguna untuk membantu kegiatan kemanusian,” jelasnya. zal

Posted in Artikel, Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *