Tentara Myanmar Bantah Lakukan Penganiayaan Terhadap Rohingya

Pengungsi rohingya/ AFP

Pengungsi rohingya/ AFP

Tentara Myanmar mencoba membersihkan diri dari setiap pelanggaran terhadap warga sipil Rohingya, setelah sebuah penyelidikan internal dilakukan oleh sebuah kelompok hak asasi manusia yang bertujuan untuk menghentikan  pembersihan etnis melawan minoritas Muslim.

Temuan tersebut dilepaskan menjelang kunjungan Rabu oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, yang diharapkan dapat mendapat sebuah nada tegas militer mengenai perlakuan terhadap Rohingya, yang membuat lebih dari 600.000 di antaranya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dalam dua setengah bulan.

Setelah penyelidikan resmi pertama mengenai krisis tersebut, tentara mengatakan bahwa temuan yang dipublikasikan Senin (13/11/2017) malam didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 3.000 penduduk desa di Rakhine utara dan membuktikan bahwa “semua anggota keamanan” telah “mematuhi dengan ketat” dengan peraturan yang ada.

Setelah meluncurkan tembakan peringatan di gerombolan gerilyawan Rohingya, tentara dan polisi mengaku hanya mulai menembaki satu tembakan pada kaki  pemimpin jika kelompok tersebut tidak berhenti.

Total 13 petugas keamanan dan 376 militan Rohingya tewas dalam bentrokan selama periode dua minggu yang dimulai pada 25 Agustus, katanya.

Laporan tersebut juga membantah tuduhan bahwa tentara memperkosa perempuan, membakar desa-desa atau rumah-rumah yang dijarah.

“Mereka tidak mengancam, menggertak dan mengusir penduduk desa,” katanya, menyalahkan militan Rohingya atas serangan pembakaran.

Laporan tersebut tidak akan banyak membantu PBB dan kelompok hak asasi manusia yang telah mendokumentasikan bukti adanya kampanye militer yang sistematis untuk mengusir minoritas Muslim yang difitnah tersebut.

Pengawas hak asasi manusia Amnesty International mengecam penyelidikan tersebut sebagai upaya untuk “menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Dompet Dhuafa terus dan terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bersimpati dan membantu ringankan beban saudara kita di Myanmar melalui rekening DD Sumsel:

BNI Syariah 969693356

Mandiri 113000.765.3474
an. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

#Tambahkan angka 10 di donasi Anda, contoh Rp. 100.010,-

Donasi online: www.ddsumsel.org/donasi

Informari dan Konfirmasi:
Telp: 0711 814 234
WA : 0811 7811 440

Rohingya menanti kesadaran manusia di bumi untuk mengakui dan menerimanya. Rohingya, etnis yang paling teraniaya di bumi, menunggu bantuan kita yang lebih berdaya untuk menyuarakan hak-haknya. Mari bersimpati dan membantu ringankan beban mereka, karena mereka keluarga kita. We Stand For Rohingya! (WE)

Sumber: kbknews.id

Posted in Artikel, Dakwah, Kemanusiaan and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31 views