Suara Rindu Anak-anak Relawan Dompet Dhuafa

Ayah…., dalam hening sepi kurindu…” Sepenggal lirik lagu ‘Titip Rindu untuk Ayah’ karya musisi legendaris Indonesia, Ebiet G. Ade. Cukup untuk menggambarkan kerinduan sang musisi terhadap sosok ayah, yang memberikan segalanya untuk anak tercinta. Perasaan Ebiet, sepertinya juga merepresentasikan rindu para anak di Indonesia atas sosok ayah di keluarga. Sosok ayah yang totalitas dalam menafkahi keluarga sekaligus membesarkan buah hati, tentu memberikan kesan tersendiri.
.
Begitu juga dengan apa yang dirasakan para anak relawan Dompet Dhuafa. Ayah yang selalu sigap ketika bencana datang menimpa saudara-saudaranya di luar daerah, bahkan di luar pulau, harus tega melepas peluk anak dan keluarga tercinta, demi panggilan kemanusiaan. Berat, tapi harus dijalani. Kurang lebih itu yang dirasakan para ayah relawan tersebut. Menjadi hal yang sangat berat, ketika harus memberikan kabar adanya tugas kemanusiaan kepada anak-anak mereka.
.
“Kalau yang besar namanya Lintang, dia tahu ayahnya pergi ke luar kota bertugas. Itu selalu dikasih tahu mamanya,” terang Eka Suwandi, salah satu relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Sebagai relawan DMC, Eka selalu sibuk ketika terjadi bencana, entah dimanapun itu. Ketika gempa mengguncang Lombok atau Palu, Eka harus siap betugas. Dari mulai mengevakuasi korban hingga menyalurkan logistik ke banyak warga. Proses betugasnya pun juga lama, dari hitungan minggu hingga bulan. Tentu akan berat kalau harus memberitahu anaknya.
.
Lalu bagaimana tanggapan Lintang?
.
“Ayah ke Lombok lagi bantuin benerin genteng yang hancur kena gempa itu,” jawab Lintang polos, ketika ditanya mengenai tugas ayahnya.
.
Hal serupa juga dirasakan oleh Baim dan Sena. Ayahnya, Lukman, tidak kalah sibuk dengan Eka yang selalu bertugas lama ketika bencana datang. Momen ketika sang ayah pulang dari bertugas adalah waktu yang paling ditunggu. Melepas rindu dan mendengar cerita pengalaman ayahnya ketika betugas adalah kegiatan wajib.
.
“Kalau pulang, Pijitin ayah,” jawab Baim dan Sena kompak, ketika ditanya apa yang akan dilakukan bila ayahnya pulang.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 views