Semarak Tarhib Ramadhan 1439 H Bersama DD Sumsel



FB_IMG_1526390686064

Bulan Ramadhan, sebagai bulan suci yang bertabur pahala dan berkah, memberikan arti tersendiri bagi masyarakat dalam berlomba-lomba melakukan ibadah dan amal kebaikan. Kemuliaan yang ada di dalamnya, imbalan kebaikan berlipat, serta gandaan pahala, menjadikan Ramadhan selalu dinanti dan dirindu bagi umat Islam.
Kedatangan bulan Ramadhan yang kurang dari sepekan ke depan hendaknya disiapkan agar masyarakat semakin tahu keutamaan dan keberkahan dalam bulan tersebut dibandingkan dengan sebelas bulan lainnya.
Untuk mengingatkan masyarakat kota Palembang akan semakin dekatnya bulan suci Ramadhan, Dompet Dhuafa Sumsel bersama ICMI, Masika ICMI, PII, KAHMI Sumsel, BKPMRI Sumsel, FUI, IKADI kota Palembang dan mahasiswa, ormas Islam lainnya se-kota Palembang mengadakan Tarhib Ramadhan. Kegiatan sambut Ramadhan ini juga sebagai usaha untuk menambah semarak datangnya bulan suci tersebut. Selain ormas dan lembaga kegiatan ini pula melibatkan masyarakat umum.
Tarhib Ramadhan diadakan dalam bentuk pawai, dimulai dari halaman gedung DPRD Provinsi Sumsel menuju perberhentian terakhir di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Tarhib juga dimeriahkan dengan penampilan kelompok rebana dan sambutan dari tokoh-tokoh ulama Sumsel seperti ketua FUI sekaligus ketua rombongan Tarhib Ustad Umar Said serta sambutan dari Ketua kemenag kota Palembang.
Selain mengingatkan akan semakin dekatnya bulan Ramadhan, kegiatan tarhib ini juga bermaksud untuk memperluas syiar Islam di kota yang berjulukkan Darussalam. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang tahu tentang keutamaan Ramadhan, maka peluang kebaikan yang akan timbul dalam amal-amal kebaikan semakin besar sehingga harapan menjadikan daerah lebih berkah dan bermanfaat kian terasa tahapannya.
Ramadhan Sebagai Momentum Perbaikan
Dengan mengusung semangat perbaikan dan peningkatan keberkahan, pawai tarhib ini membawa tema “Ramadhan Momentum Perbaikan, Untuk Sumsel yang Lebih Berkah”.
Secara waktu, hendaknya umat Islam memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai ruang dan momentum untuk perbaikan diri, keluarga, lingkungan serta masyarakat. Dengan semarak dan meningkatnya semangat masyarakat dalam beribadah di bulan Ramadhan, dapat dijadikan penambah energi bagi setiap muslim untuk juga termasuk di dalam kelompok tersebut.
Ramadhan seolah menjadi penyemangat untuk melakukan peningkatan kualitas diri, termasuk di dalamnya peningkatan ibadah yang tak hanya berbasis pada ibadah pribadi orang per orang, namun juga ibadah sosial. Dukungan dan semangat itu hadir dari situasi bulan Ramadhan yang begitu berbeda dengan sebelas bulan lainnya. Peningkatan aktifitas keagamaan bergaung dimana-mana, aktifitas sosial pun menjadi agenda harian tak putus-putus dilakukan masyarakat kita.
Sambung menyambung lantunan pengajian antar masjid, amal kebaikan dan semangat berbagi terpapar hampir di setiap tempat, televisi yang biasanya penuh dengan hiburan, secara serentak diisi dengan acara bernuansa islami dan bentuk dukungan lainnya dari situasi sekitar memaksa kita juga untuk melakukan optimalisasi ibadah.
Dengan situasi mendukung, sepertinya tak ada lagi alasan kita untuk tidak melakukan perbaikan dan memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Gandaan pahala, ganjaran berlipat pun menjadi motivasi tambahan untuk beramal baik di bulan benuh kemuliaan ini.
“Peningkatan kualitas ibadah dan amal sholih juga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penurunan tingkat kriminalitas, penyusutan angka kejahatan menjadi efek yang dapat dikejar jika komitmen dan konsistensi amal ibadah dapat terjaga, sehingga keberkahan akan hadir, nilai-nilai kebaikan akan tercipta di masyarakat, serta membawa pada peningkatan kualitas daerah untuk terus didiami dan diambil kebermanfaatannya,” Papar Pimpinan Cabang DD Sumsel, Kusworo Nursidik, Lc.
Semoga Ramadhan tahun ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk Sumsel yang lebih berkah. Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Syahros Shiyam.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 views