Seberangi Sungai, 17 Pengajar Sriwijaya Menginspirasi Siap Mengabdi di Dunia Pendidikan


.
Masih sedikit diselimuti kabut, pagi ini kami melintasi Musi dengan sebuah perahu kecil milik warga. Dalam perjalanan yang diiringi hembusan angin kencanng serta percikan air dari Sungai Musi memberikan sentuhan kesejukan pada kami, Sabtu (16/3).
.
Tujuan kami adalah SDN 65 Filial di Desa Kemaro, sekolah ini merupakan sekolah cabang dari SDN 65 Palembang yang terletak diseberang desa. Akses transfortasi yang sulit, membuat sekolah ini sepi peminat untuk mengajar. Alhasil, anak-anak Desa Kemaro kerap kekurangan guru dan ketinggalan pelajaran selama bersekolah.
.
Melihat hal ini, tim Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sumsel dengan program Sriwijaya Menginspirasi (Srimpi) berusaha menjangkau masalah ini dengan mengahadirkan pengajar-pengajar berkualitas yang akan membantu proses pengajaran setidaknya untuk dua bulan kedepan.
.
“Hari ini di Desa Pulau Kemaro, tepat dilapangan samping SDN 65 Filial kita melantik 17 pengajar yang tergabung dalam program Srimpi untuk mengabdi selama 2 bulan disekolah ini. Jangka waktu pengabdian 2 bulan, yang nanti bisa dievaluasi untuk diperpanjang atau tidaknya,” Jelas Arief Hidayat selaku Koordinator DDV Sumsel.
.
Selain pelantikan, dalam agenda hari ini juga diadakan louncing program Srimpi dan pembagian paket pendidikan untuk para peserta didik di SD tersebut.
.
“Tim akan mengajar 3 tingkatan kelas, yakni kelas 3, 4, dan 5. Setiap hari sabtu mereka akan berangkat ke sekolah untuk mengajar, yang mana satu kelas akan di dampingi oleh 2 orang tim Srimpi,” Tambah Arief.
.
Salah satu point pengajaran yang ditekankan oleh tim Srimpi adalah nilai keagamaan dan akhlak peserta didik. Tim juga berharap pada pemeritah dan umumnya masyarakat Sumsel untuk bersama-sama lebih peduli dengan mereka yang lebih membutuhkan baik dari segi ekonomi maupun pendidikan.
.
“Kedepannya kami mau srimpi ini lebih berkembang lagi dan berjalan terus menerus untuk menginspirasi anak-anak di Sumsel ini bukan hanya lewat ilmu pengetahuan saja melainkan inspirasi yang dibawakan oleh pengajar, sehingga anak-anak tersebut punya mimpi besar yang kelak mereka bisa percaya bahwa mimpi itu bisa diperjuangkan,” Tutup Arief.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

114 views