Resmi Sebagai AK SLI, 18 Penggiat Pendidikan Sumsel Komitmen Majukan Pendidikan Indonesia

18 orang penggiat pendidikan resmi tergabung dalam AK SLI Wil. Sumsel

18 orang penggiat pendidikan resmi tergabung dalam AK SLI Wil. Sumsel

Setelah 4 hari (11-14/5) diberikan pembekalan, kini 18 orang para penggiat pendidikan asal Sumatera Selatan resmi menjadi dan menyandang gelar anggota Asosiasi Konsultan Sekolah Literasi Sumsel (AK SLI) wilayah Sumatera Selatan

Senin (14/5), 18 orang para pengiat pendidikan asal Sumsel yang sebelumnya sudah lolos tahap seleksi dinyatakan lolos dan resmi tergabung dalam AK SLI Dompet Dhuafa Sumsel, hal ini diumumkan GM Makmal Pendidikan Abdul Khalim di Hotel Grand Malaka Ethical Palembang yang menyatakan bahwasannya mereka sudah siap untuk terjun dan menyandang gelar AK SLI wil. Sumsel.

“Setelah 4 hari mendapatkan full pembekalan, maka dengan ini saya nyatakan 18 orang yang penggiat pendidikan asal Sumsel resmi dan siap terjun mendampingi sekolah-sekolah sebagai konsultan sekolah literasi. Dan artinya 18 orang ini harus berkomitmen sebagaimana mereka sudah berikrar dengan segala ketentuan sebagai konsultan sekolah literasi serta menjunjung tinggi visi memajukan pendidikan negeri,” papar Abdul Khalim.

Setelah ini, kedepannya setiap orang dari anggota AK SLI ini akan menjadi konsultan di salah satu sekolah yang di tugaskan pada mereka dengan waktu minimal pendampingan selama satu tahun.

“AK SLI ini banyak sekali peminatnya, dari Aceh sampai Papua kami focus pada hal ini. Kelulusan ini adalah awal dari tugas berat nan panjang yang menanti mereka sebagai konsultan dan pengiat pendidikan pada umumnya, tentu kita akan terus memantau perkembangan mereka dan melihat setiap prospek ataupun kendala yang terjadi dilapangan nantinya demi satu visi memajukan pendidikan negeri ini,” Jelas Shirli Gumilang Master Konsultan Makmal Pendidikan yang telah mementori ke-18 peserta AK SLI wil. Sumsel ini.

Pimpinan Cabang DD Sumsel, Kusworo Nursidik, Lc yang ikut hadir dalam penyematan AK SLI wilayah Sumsel menyampaikan bahwasannya setiap orang yang sudah dinyatakan lulus harus menjaga amanah yang telah diberikan.

“Agenda hari ini adalah salah satu bukti dari kinerja program pendidikan yang ada di DD Sumsel, maka setiap orang yang sudah dinyatakan lolos harus bisa menjaga nama baik Dompet Dhuafa dan berkomitmen menebarkan manfaat seluas-luasnya dalam hal ini melalui dunia pendidikan” jelas Kusworo Nursidik, Lc selaku Pimpinan Cabang DD Sumsel dalam sambutannya.

 

Posted in Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 views