Profil Ustadz Aryadi Ali Usman, Da’i Milenial DD Sumsel

Ustadz Aryadi Ali Usman

Palembang-Pada tahun 2010 disebut sebagai momen lepas landas bagi generasi muslim di Indonesia.

Agama Islam mendapat tempat penting di hati anak muda atau yang lebih sering disebut kaum milenial.

Salah satu bukti nyata, saat banyaknya Remaja Putri memutuskan menggunakan hijab untuk menutup aurat. Mereka menjadi tidak ragu menutup aurat, dikarenakan hijab yang tampil dengan berbagai mode. Kini, generasi milenial tetap bisa bergaya dengan hijab. Bagi kaum adam pun, baju taqwa(Baju koko) hadir dengan tampilan yang jauh lebih menarik.

Fashion Islam pun akhirnya menjadi gaya kekinian. Mengikuti perjalanan itu, mulai bermunculan da’i-da’i muda. Hal itu tak lepas dari kebutuhan kaum milenial untuk mendalami ajaran Islam.

Bagi milenial, dakwah ustadz sebaya lebih mudah dipahami dan dimengerti. Da’i milenial, akan lebih sering membahas persoalan remaja, sehingga kaum milenial merasa lebih tertarik ikut dalam majelis taklim atau ceramah. Pada akhirnya, mendengarkan ceramah dari da’i muda menjadi tren atau gaya hidup.

Dalam hal ini, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan sendiri, mempunyai da’i muda. Salah satunya adalah ustadz Aryadi Ali Usman.

Ustadz muda, anggota Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) ini berpenampilan menarik, energik, kreatif dan pandai mencairkan suasana. Tak heran, jika dakwahnya cukup disenangi remaja.

Ustadz yang juga kerap disapa ‘kak Ary’ ini menceritakan, jika sebelum sampai pada tahap ini, ia menjalani perjalanan cukup panjang. Ia pertama kali kenal dan ambil bagian di kegiatan DD Sumsel pada tahun 2014.

Saat itu, Klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa menggelar kegiatan Sekolah Sehat.

Ia bersama beberapa rekannya memberikan edukasi tentang hidup sehat, gaya hidup sehat di MI Azzahir.

“Sekolah Sehat itu kita laksanakan selama 2 semester. Saya banyak belajar mengenai penyampaian materi pada santri,” ujarnya.

Satu tahun kemudian, atau tahun 2015, ustadz Ary ikut lomba ceramah yang digelar di RRI Palembang, Dari 60 orang peserta, ia masuk 10 besar dan terpilih sebagai Da’i pavorit.

Sejak saat itulah, ustadz yang juga merupakan Duta Wisata Online Indonesia Mewakili Sumsel yang ikut berwisata & mempromosikan Wisata Pulau Komodo untuk masuk dalam 7 Keajaiban dunia menjadi penceramah pada acara ‘Penyejuk Hati’, setiap Senin di RRI Pro 2.

Ia juga diamanahkan menjadi penceramah tetap pada bulan Suci Ramadhan di RRI PRO 2, dalam acara ceramah menjelang berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

Sadar akan keberadaan da’i muda yang dibutuhkan generasi milenial, ustadz Ary membentuk ‘Komunitas Da’i Muda’. Ia sendiri sebagai koordinator di komunitas yang kini beranggotakan 25 ustadz/ah itu.

Dia bersama da’i lain, kerapkali berselancar di dunia maya memberikan ceramah dan edukasi ajaran Islam. Kebetulan, ia juga merupakan Duta internet BAIK Indonesia Mewakili Sumatera Selatan, sehingga tak sulit baginya untuk berdakwah di sosial media.

“Dakwah tak boleh tertinggal dengan zaman dan tekhnologi. Di dunia maya, yakni sosmed, mudah ditemukan hal-hal negatif dan itu dengan cepat meluas. Butuh cara yang sama untuk menebar Konten-konten positif yakni lewat sosmed untuk membentengi generasi muda,” tegas Koordinator Yuk Wakaf Palembang.

Masih bersama DD Sumsel, ustadz Ary kembali mengungkapkan jika ia menjadi salah satu Penerima Manfaat Sekolah Guru Indonesia (SGI) pada tahun 2016.

SGI semakin membuatnya ‘matang’ dalam penyampaian dakwah buat anak-anak muda seusianya. Setelah itu, ia juga mulai aktif menghidupkan komunitas Sahabat Belajar Indonesia. di Sungai Rengas gandus dan Rutan Pakjo Palembang. (zal)

Posted in Dakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *