Prabumulih Zona Merah, PM BIM & YAKIN Harus Bersabar

Dokumentasi

Prabumulih-Pada awal April tadi, Prabumulih ditetapkan menjadi zona merah penyebaran virus COVID-19 atau Corona. Status ini, setelah terkonfirmasi empat kasus positif dengan penularan lokal di Kota Nanas itu.
Padahal, diwaktu bersamaan, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan Unit Prabumulih, tadinya dijadwalkan memulai program Pembinaan untuk 20 Penerima Manfaat (PM) Beasiswa Insan Madani (BIM) dan 20 Yatim Kreatif Indonesia YAKIN), di Prabumulih.

“Silabus materi Program Pembinaan BIM dan YAKIN di Prabumulih, sebenarnya sudah kita susun untuk satu tahun. Setelah di launching pada 5 Februari lalu di Pendopo, Rumah Dinas Walikota Prabumulih, harusnya program pembinaan di mulai pada 5 April tadi,” ungkap Pelaksana Program Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, Umi Akoyama, Jumat (10/4/2020).

Pada pertemuan awal ini, tadinya Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, mengagendakan silaturahmi, saling mengenal dan membuat sesama Penerima Manfaat lebih akrab satu sama lain.
Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, tadinya juga bakal memanfaatkan momentum ini untuk mengenali potensi atau bakat dari masing-masing penerima manfaat.
“Kami pun tadinya, ingin melakukan persiapan bekal ibadah di bulan Suci Ramadhan,” ungkapnya.
Lebih jauh Umi, menjelaskan,  20 Penerima Manfaat dari YAKIN tadinya bakal menerima program pembinaan satu kali dalam dua pekan di mulai 5 April tadi. Sementara BIM satu kali pembinaan tatap muka dalam satu bulan.
Tapi, karena penyebaran Virus Corona, terutama Prabumulih yang kini masuk zona merah. Maka program ini terpaksa tertunda untuk sementara waktu.

“Padahal, wali murid dan sekolah, sangat antusias dan beberapa kali menanyakan, kapan program pembinaan tatap muka dimulai. Tapi, sudah kita sampaikan belum bisa untuk saat ini, karena pemerintah telah menyampaikan, jika semua pihak diminta tetap berada di rumah saja, guna memutus penyebaran virus Corona,” jelasnya.
Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, tentunya mendukung sepenuhnya intsruksi pemerintah. Apalagi, ini untuk menekan penyebaran virus yang bisa menyebabkan sesak napas dan mengakibatkan kematian itu.
“Kalau wabah ini selesai, program yang telah disusun bakal kita lakukan secepatnya,” ujarnya. zal

Posted in Beasiswa, Kemanusiaan, Kesehatan, Pendidikan, Yatim Kreatif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *