Peserta Pelatihan Pengurusan Jenazah Dompet Dhuafa Sumsel ‘Membludak’

Manajer Dompet Dhuafa ustadz Madroi memberikan pelatihan mengafani jenazah.

Palembang-Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan (Sumsel) memulai Roadshow Pelatih Pengurusan Jenazah, di Masjid Assa’adah, Jalan Letnan Murot KM 5 Palembang, Rabu (16/10/2019).

Peserta pelatihan yang tadinya ditargetkan 100 orang, justru melebihi kuota sampai 250 orang. Hal ini membuktikan jika animo masyarakat untuk belajar Pengurusan Jenazah di Palembang dan sekitar sangat tinggi.

Dikatakan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel Kusworo Nursidik, Lc dalam sambutannya, peserta yang datang berasal dari pengurus masjid, ormas, persatuan amal kematian, majelis taklim, mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Palembang, kota pertama dalam kegiatan Roadshow Pelatihan Pengurusan Jenazah. Pada Kamis (17/10/2019) kami akan melakukan pelatihan Pengurusan jenazah di Prabumulih dan terakhir di Lubuklinggau yang akan digelar di Masjid Syuhada Majapahit, Sabtu (19/10/2019),” jelasnya.

Pelatihan yang sama sebenarnya, sudah pernah digelar Dompet Dhuafa Sumsel pada tahun 2016 di Masjid Ar-Ra’iyah Palembang.

“Kini kita adakan lagi, sebab Dompet Dhuafa Sumsel prihatin, karena mereka yang biasa dan menguasai ilmu Pengurusan Jenazah ini sudah berusia, sementata generasi penerus kita lihat sangat sedikit sekali,” ucapnya.

Dompet Dhuafa Sumsel merasa butuh adanya regenerasi. Apalagi, ada empat kewajiban terhadap jenazah yang mesti dilakukan oleh orang yang hidup yang hukumnya Fardhu Kipayah.

“Empat kewajiban itu adalah memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan,” ungkap ustadz Kusworo.

Dalam melakukan kewajiban-kewajiban ini, bakal lebih afdhal jika dilakukan oleh orang terdekat jenazah.

“Jika yang meninggal orangtua, maka anaknya. Jika yang meninggal istri, maka suaminya dengan dibantu anggota keluarga yang lain. Jangan nanti, keluarga atau orang paling dekat dengan jenazah justru hanya jadi penonton saja, malah petugas dari awal sampai akhir mengurus jenazah,” jelasnya.

Sambutan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel Kusworo Nursidik, Lc

Selain pelatihan Pengurusan jenazah, Dompet Dhuafa Sumsel juga punya layanan Ambumance gratis, buat masyarakat khususnya dhuafa.

“Ambulance ini siap digunakan mengantar jenazah ataupun pasien di Sumsel,” ujarnya.

Masih kata ustadz Kusworo, Dompet Dhuafa Sumsel ada di Sumsel sejak tahun 2013. Zakat infak sedekah dan wakaf yang didapat disalurkan keempat program, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial dakwah.

“Pendidikan ada Beasiswa Insan Madani dan itu hanya salah satunya saja. Kesehatan, Dompet Dhuafa Sumsel memberikan layanan kesehatan gratis buat dhuafa di Klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma di 7 Ulu, ekonomi ada UKM dan sosial dakwah seperti pelatihan jenazah. Bagi masyarakat yang butuh penceramah, DD Sumsel juga punya Cordofa yang beranggotakan ustadz,” jelasnya.

Sementara itu, Trainer Pelatih Pengurusan Jenazah, Manajer Dompet Dhuafa ustadz Madroi memulai pelatihan dengan memberikan pemahaman soal syar’i dan tradisi dalam Pengurusan Jenazah di masyarakat.

“Jenazah dimandikan kembang misalnya. Jangan sampai tertukar, tradisi dan syar’i. Jenazah dimandikan kembang itu tradisi, kalau tidak ada kembang memandikan jenazah tetap syar’i. Selama tradisi ini tidak bertentangan, tentu boleh dilakukan,” jelasnya.

Setelah mendengar materi, peserta sangat antusias bertanya. Salah satu pertanyaan, soal umat muslim yang memakai pakaian hitam-hitam ketempat pemakaman.

“Ke pemakaman mengenakan pakaian hitam-hitam itu bukan keharusan. Itu, tontonan di sinetron yang kemudian jadi tuntunan,” ungkapnya.

Pertanyaan lain, soal istri yang memandikan jenazah suami. Ustadz Madroi menjelaskan, jika hal itu diperbolehkan tapi harus di atur posisi bagian tubuh jenazah saja.

“Mencium jenazah juga boleh saja, dan benar tak boleh menangis. Itu hanya karena kalau ada keluarga yang terus menangis tak ada henti, itu wujud tidak ikhlas. Padahal, kita tahu semua akan kembali kepada Allah SWT,” ujar ustadz yang sampai ke Hong-Kong memberikan pelatihan jenazah.

Setelah itu, ustadz Madroi langsung memberikan praktek cara memandikan jenazah dan mengkafani. (Zal)

Posted in Dakwah, Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *