Perjuangan Ani Miranti, Penerima Beasiswa Insan Madani

Dok

Palembang-Salah satu penerima Beasiswa Insan Madani (BIM) Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, Ani Miranti, hidup dalam keterbatasan.
Ani yang tinggal bersama pamannya, di Desa Rambang Baru, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, melewati hari-hari yang sulit.
Saat malam hari, rumah dimana ia tinggal gelap gulita. Tidak ada penerangan sama sekali. Tapi, kini rumahnya baru dialiri listrik.
“Kalau mau Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), harus ke sungai,” ungkap Pelaksana Program DD Sumsel Unit Prabumulih Umi Akoyama, Selasa (18/8/2020).
Kehidupan Ani, jauh dari hingar-bingar perkotaan. Di saat mereka yang seusianya memanfaatkan waktu untuk bersenang-senang, Ani justru menjadi Guru Ngaji dan mengajar Bimbel kecil-kecilan.
Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 04, Muara Enim, ia termasuk siswa berprestasi. Itulah, yang membuat namanya begitu ‘harum’ di tanah kelahirannya.
“Bahkan, penduduk desa disana, menaruh harapan yang besar buat dirinya. Mereka berharap, Ani bisa kuliah tinggi, bahkan mereka mendoakan supaya dia bisa menjadi seorang dosen,” jelasnya.
Ketika mendengar Ani sebagai Penerima Beasiswa Insan Madani Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, kepala desa dan penduduk setempat, memberikan apresiasinya.
Mereka menilai, Ani memang layak mendapatkannya. Ia siswa berprestasi, punya jiwa sosial yang tinggi dan berasal dari keluarga dhuafa.
Masih kata Umi, Program BIM meski di tengah pandemi corona tetap berjalan.Tapi, memang menyesuaikan program pemerintah.
Jika biasanya pembinaan yang dilakukan tatap muka, karena pandemic corona digelar secara online.
“Buat Ani, meski di desanya sinyal sulit. Ia tetap berusaha hadir, meski kadang terlambat. Tapi, bisa dimaklumi karena memang sinyal disana tidak terlalu baik,” jelasnya. zal

Posted in Beasiswa, Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *