Mengenal Lebih Dekat Manajer Barzah Dompet Dhuafa, Cerita Pilu Sampai Mengantar 3.750 Jenazah (Edisi 1)

Manajer Barzah Dompet Dhuafa, ustadz Madroi, S.Sos. I

Palembang-Manajer Barzah Dompet Dhuafa, ustadz Madroi, S.Sos. I,  menjadi trainer pada Roadshow Pengurusan Jenazah yang bakal digelar Dompet Dhuafa Sumatera Selatan di tiga kota, yakni Palembang, Prabumulih dan Lubuklinggau.

Untuk di Palembang, pelatihan akan dilakukan di Masjid Assa’adah, yang berada di Jalan Letnan Murot KM 5 Palembang, Rabu (16/10/2019). Pada keesokan harinya, atau Kamis (17/10/2019), dijadwalkan pelatihan akan digelar di Masjid Madrotillah di Kota Prabumulih. Sementara untuk Lubuklinggau akan digelar di Masjid Syuhada Majapahit, Sabtu (19/10/2019).

Jurnalis Dompet Dhuafa Sumsel berkesempatan berbincang-bincang via telpon dengan sang trainer sebelum Pelatihan Pengurusan Jenazah.
 
Dalam perbincangan, ustadz Madroi, menceritakan kisah pilu yang melatarbelakangi lahirnya layanan barzah, hingga sampai ia dipercaya mengemban amanah menjadi Manajer Barzah Dompet Dhuafa.
Berawal, pada tahun 2012, tanpa sengaja dia bersama rekan-rekannya yang lain, melihat ada seorang pria mengendong jenazah keluarganya, dari salah satu rumah sakit di Jakarta ke Bogor.
Bapak itu terpaksa mengendong jenazah karena tidak mempunyai uang. Ia naik kereta api membawa jenazah ke rumah duka.
“Berangkat dari situ, kemudian Dompet Dhuafa mulai melakukan layanan Barzah. Salah satu programnya layanannya mobil Ambulance gratis pada pertengahan 2012. Saya sendiri dipercaya menjadi manajer Barzah pada tahun 2013,” ungkapnya.
Menjadi Manajer Barzah di Dompet Dhuafa menjadi tugas mulia dan punya tantangan sendiri. Amanah yang ia terima ini, membuat ustadz Madroi bisa terus dan bahkan lebih sering bersentuhan langsung dengan dhuafa.
Tanpa ragu dengan motivasi yang tinggi, ia mengabdikan hidupnya dan berkibrah dengan layanan barzah ini.
“Sejak Maret 2012, kami sudah memiliki 4 unit mobil jenazah, dengan awak 8 orang dalam tim. Kita melayani dalam dan luar kota, Jabotabek, Jatim dan Lampung,” ucapnya.
Pelayanan yang dimaksud, mulai melayani jemput jenazah dari rumah sakit ke rumah duka, dari rumah duka kepemakaman, atau ke kampung halaman jenazah.
“Kami pun memberikan respon cepat tanggap darurat kecelakaan, bekerjasama dengan Satlantas. Respon atas korban bencana alam, gempa, lengsor, dengan mengirimkan mobil barzah,” ucapnya.
Kini lebih kurang 6 tahun sudah ia menjadi Manajer Barzah Dompet Dhuafa. Sejak Maret 2013 sampai saat ini, ia bersama tim telah melayani 3.750 pengantaran jenazah.
“Kita berharap kedepan bisa lebih banyak melayani masyarakat, khususnya dhuafa yang membutuhkan layanan barzah,” ujarnya. (Zal)
Posted in Artikel, Kemanusiaan, Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *