Mencari Hikmah Dibalik Bencana yang Menimpa Negeri

Beberapa waktu belakangan, saudara-saudara kita di beberapa daerah kerap kali dihampiri berbagai musibah dan bencana. Seakan-akan musibah dan bencana datang silih berganti, berpindah-pindah menimpa, dan mendatangi setiap daerah di negeri ini. Lalu adakah hikmah dibalik musibah dan bencana yang melanda negeri ini?
.
Data BNPB yang mencatat selama 2018 terjadi 1.999 bencana, belum kering air mata kesedihan yang mengalir di pipi para korban bencana Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di Sulawesi Tengah, baru-baru ini kita dikejutkan dengan peristiwa jatuhnya pisawat Lion Air JT610.
.
Pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut tentunya menambahkan jumlah kematian per tahun 2018 di Tanah Air akibat bencana.
.
Sebagai anak negeri ini tentunya kita merasa prihatin melihat berbagai petaka datang silih berganti dengan rentan waktu yang berdekatan menimpa saudara-saudara kita.
.
Saya sendiri atas nama Pimpinan Cabang dan juga mewakili seluruh staff Dompet Dhuafa (DD) Sumsel menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya terhadap saudara-saudara yang tertimpa musibah. Bagi yang meninggal dunia semoga dosanya diampuni dan amal baiknya diterima Allah SWT. Bagi yang mengalami luka-luka semoga cepat sembuh. Bagi yang kehilangan harta benda semoga diganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik.
.
Musibah dan bencana bukanlah sebuah fenomena alam semata atau kejadian yang tidak disengaja terjadi. Setiap musibah dan bencana yang terjadi merupakan atas kehendak Allah dan tidaklah ia menimpa kepada orang atau tempat yang salah. Tidak bisa dikatakan, kalau musibah atau bencana akan luput dari orang-orang beriman atau tempat-tempat yang disucikan atau musibah dan bencana harusnya hanya menimpa orang-orang yang ingkar dan kufur kepada Allah.
.
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara meraka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al Ankabut : 40)
.
Maka ketika musibah atau bencana ditimpakan kepada kita, sesungguhnya Allah hendak memberikan teguran kepada kita agar bersegera taubat dan kembali kepada agama-Nya.
.
Dalam panduan ajaran Islam, bencana adalah “musibah”, bukan petaka atau “azab”. Kendati, boleh jadi terdapat dimensi azab Tuhan di dalamnya terutama dalam menghukum perilaku manusia yang merusak (fasad) di alam semesta. Suatu musibah, tentu selalu memerlukan kepasrahan iman dalam sabar dan tawakal, juga hikmah bagi kehidupan. Para korban tak boleh berlama-lama dalam duka dan nestapa, karena jalan hidup masih terbuka dan dibukakan Tuhan. Bencana bukan akhir segala-galanya.
.
Bagi setiap orang beriman, musibah apa pun sebab dan jenisnya, betapapun menyakitkan dan menyengsarakan, akhirnya harus diterima sebagai kenyataan “qadha dan taqdir” yang memerlukan pengimanan. Itulah, makna dari rukun iman yang keenam, iman kepada ketentuan Allah yang menimpa diri kita. Dengan naik (mi’raj) ke langit iman, maka siapa pun yang mengalami musibah, seberat apa pun, akhirnya akan sampai ke titik keseimbangan. Titik harmoni dalam suasana jiwa yang thuma’ninah dan mutmainah.
.
Dalam menghadapi musibah dan bencana, Nabi Yusuf, Ibrahim, Ismail, dan Nabi Muhammad SAW memberi teladan bagaimana menghadapi dan mengubah musibah menjadi suatu energi “kesabaran yang indah” (QS al-Ma’rij: 5; Yusuf: 18, 82), juga menghasilkan sikap “syukur”, sebagaimana layaknya orang-orang yang tercerahkan dan mencerahkan kehidupan dalam sosok “ulul azmi” (QS al-Ahqaf: 35).
.
Musibah bahkan diubah menjadi kepasrahan bertauhid dengan simbol inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sebagaimana menjadi pakaian orang-orang yang sabar yang bermuara pada raihan berkah dan rahmat Allah (QS al-Baqarah: 155-157).
wallahu ‘a’lam bishawab.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

34 views