Maulid Nabi, 3 Cara Mencintai Rasulullah SAW

Ustadz Dasram Effendi, Lc menyampaikan tausiahnya.

Palembang-Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atau hari kelahiran beliau, pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal, yang pada tahun ini bertepatan dengan Sabtu, 9 November 2019.
Sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam.
Oleh karena itulah, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan lewat Divisi Sosial dan Dakwah menggelar pengajian gabungan majelis taklim dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Tauhid Kelurahan 4 Ulu, Palembang, Senin (11/11/2019).
Dalam tausiahnya, ustadz Dasram Effendi, Lc, mengajak ratusan ibu-ibu pengajian yang hadir untuk mencintai Rasulullah SAW.
“Bagaimana caranya, Pertama, dengan banyak shalawat. Orang yang cintai tentu banyak menyebut namanya, mengingatnya dan mengenangnya. Makanya cara pertama mencintai Rasulullah adalah dengan memperbanyak shalawat, kapanpun dan dimanapun,” kata ustadz yang juga bagian dari Cordofa Dompet Dhuafa Sumsel ini.
Selanjutnya atau kedua, cara mencintai Rasulullah dengan membaca siroh atau sejarah. Salah satu buku yang memuat perjalanan atau sejarah Nabi Muhammad SAW yang bisa dibaca umat muslim adalah ‘Sirah dari Ibnu Nisyam’.
“Membaca dan mengetahui kisah atau sejarah Rasulullah SAW dari lahir sampai beliau wafat, akan menjadi penyemangat dan semakin membuat umat muslim cinta kepada beliau,” ungkap ustadz Dasram Effendi.
Terakhir, atau ketiga mencintai Rasulullah SAW dengan mengikuti Uswatun Hasanah atau contoh yang baik beliau. Dalam hal apa, setidaknya ada lima hal yang bisa diikuti umat muslim dan tentunya punya manfaat.
Rasulullah SAW hidup bersih. Beliau sangat menjaga kebersihannya. Rasulullah SAW sangat wangi. Menjaga tubuh tetap wangi, itu hal sederhana yang bisa diikuti umat muslim. Rasullullah punya badan yang sehat. Beliau sangat memperhatikan kesehatannya, itu juga menjadi contoh yang baik harus jadi teladan.
Rasulullah SAW sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan sunah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan.
“Terakhir, adalah Rasulullah orang yang kuat dan kaya. itu pun harus jadi motivasi
bagi umat muslim untuk mencontoh dan menjadikan itu menjadi teladan mereka,” jelasnya. Zal
Posted in Artikel, Dakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *