LMPI DSIM Gelar Super Camp

Bermain adalah dunianya anak-anak. Bagi mereka, bermain bukan sekedar melampiaskan kebutuhan akan kesenangan jiwa. Namun di dalamnya, anak-anak banyak belajar mengenai banyak hal.  Fisik mereka dilatih untuk gesit, tangkas dan cermat. Jiwa sosial pun dibentuk apabila permainan yang mereka lakukan, melibatkan kelompok atau banyak anak-anak yang lainnya. Sebuah bekal yang pada akhirnya akan membentuk karakter sang anak ketika dewasa.

Tak terkecuali, bagi seorang yang sudah dewasa sekalipun, tetap membutuhkan penyaluran energi kanak-kanak yang ada pada dirinya. Untuk itulah di luar segala hal yang berbau rasional, nilai pantas tidak pantas, seakan lenyap ketika adrenalin telah berpacu dengan denyutan jantung. Itulah mengapa orang dewasa sekalipun tetap butuh permainan. Ia bisa berupa olahraga, atau bentuk ketangkasan lain seperti outbond.

Itulah salah satu alasan diadakannya kegiatan Supercamp oleh Divisi Lembaga Masyarakat dan Pelayanan Insani (LMPI) DSIM. Kegiatan tersbut dilaksanakan pada hari Ahad (18/1) lalu dengan melibatkan 222 anak penerima beastudi, mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Dan diselenggarakan di halaman kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, KM 6 Palembang.

Gelak tawa dan binar keceriaan seakan tak mampu dihapus begitu saja dengan turunnya gerimis yang mengguyur. Semua terasa lepas, saat mereka antusias mengikuti rangkaian acara demi acara yang telah disiapkan oleh panitia. Wajar karena dalam kegiatan Super Camp tersebut disemarakkan dengan outbond dan berbagai lomba. Di antaranya penampilan pentas seni puisi, menyanyi, permainan alat musik menggunakan alat bekas, perlombaan, serta games.

“Kegiatan ini sekaligus memperingati milad (hari jadi) DSIM ke-7 tahun, yang jatuh pada tanggal 15 Januari sebelumnya. Termasuk pula pemberian beastudi dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi,” ujar Manajer LMPI, Dessi Arisanti.

Kegiatan super camp merupakan salah satu wujud apresiasi LMPI kepada semua penerima beastudi. “Karena kini, mereka masih dapat meneruskan sekolah. Tanpa kendala ekonomi lagi. Sebagai informasi, tahun 2008, LMPI DSIM telah menyalurkan beastudi Rp110 juta,” ungkapnya. Dalam kegiatan tersebut, diundang seluruh donatur beasiswa dan staf DSIM beserta keluarga dalam rangka mempererat tali silaturahim antara mustahik, amil dan muzaki. (KJ-06/*)

Posted in Artikel and tagged .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *