Klinik LKC Layani 4.500 Dhuafa, DD Sumsel Ajak Masyarakat ‘Bebaskan’ Gedung

Palembang-Klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, yang berada di Jalan KH Azhari Nomor 98, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, terus eksis memberikan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa sejak tahun 2013.

Tak tanggung-tanggung, sampai saat ini, ada 1.515 kartu keluarga (KK) atau sekitar 4.500 dhuafa yang menjadi member. Dalam setiap bulannya, penerima manfaat dari Klinik LKC tak kurang dari 1.000 orang.

Ribuan kaum dhuafa ini berobat secara gratis di Klinik LKC Dompet Dhuafa Sumsel, dari pengelolaan dana sosial masyarakat Zakat, Infak, Sedekah dan wakaf (Ziswaf) dan dana sosial perusahaan.

Keberadaan dan peran dari Klinik LKC DD Sumsel dalam perkembangannya pun mendapatkan pengakuan. Terbukti, hanya butuh satu tahun bagi LKC untuk menjadi fakes pertama bagi pengguna BPJS. Bahkan, sampai saat ini, ada 2.801 penggunaan BPJS yang menjadi member di LKC Dompet Dhuafa Sumsel ini.

Klinik LKC DD Sumsel, terus berupaya meningkatkan pelayanan salah satunya dengan menambah fasilitas kesehatan.

“Pada tahun ini, dari wakaf yang diterima, LKC mendapatkan dua kursi roda, dua buah tabung oksigen, satu buah nebulizer, dan gedung serba guna kita jadikan safe house saat kabut asap melanda Sumsel beberapa waktu lalu,” ungkap Siti Rohani, Perawat Umum LKC DD Sumsel.
LKC DD Sumsel juga masih konsisten menjalankan program kesehatan seperti aksi Tanggap Bencana (SigaB, aksi layanan sehat (ALS) ke kantong-kantong mustahik, khitanan massal, operasi massal, seperti bibir sumbing dan katarak (OpMas), pembiayaan pasien berobat rujukan ke rumah sakit, penyuluhan kesehatan, medical Check Up dan lain sebagainya.

“Di Klinik LKC ada poli umum, poli gigi, poli tubercolosis dan poli kesehatan ibu dan anak. Di Klinik LKC DD Sumsel ini, ada 2 dokter umum, 1 dokter gigi, 3 perawat, 3 bidan dan satu bagian umum,” tambah Siti, yang juga Penanggungjawab Poli tuborcolosis ini.

Di tempat berbeda, sebelumnya Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel Kusworo Nursidik, Lc juga menyebut, jika Klinik LKC memakai konsep layanan tanpa kasir atau gratis. Saat pasien dhuafa datang berobat, tidak perlu membayar biaya apapun saat keluar klinik. Semua dibiayai dari Ziswaf.
“Tapi, sejak 2013 sampai sekarang, gedung klinik LKC ini masih sewa. Biaya sewa ini membebani operasional klinik. Kita ingin gedung klinik ini menjadi aset rumah. Kami mengajak masyarakat untuk berwakaf tunai, membebaskan gedung LKC,” jelasnya.

Ustadz Kusworo mengungkapkan, untuk berwakaf tidak perlu harus menunggu kaya raya dulu. Umat muslim bisa berwakaf tunai. Meski kecil, tapi jika terkumpul bisa memberikan manfaat yang besar bagi umat muslim lain yang membutuhkan, termasuk membebaskan gedung Klinik LKC yang melayani 4.500 dhuafa. Zal

Posted in Kemanusiaan, Kesehatan, Pemberdayaan Dhuafa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *