Kisah Perjuangan Wali Melawan Hidrosefalus

Tim DD Sumsel melihat kondisi Wali Anugrah untuk pertama kali di kediamannya di Kota Prabumulih, Kamis (26/7)

Seorang bayi berusia satu tahun dua bulan hanya bisa terbaring di atas kasur saat Tim Dompet Dhuafa (DD) Sumsel datang berkunjung ke kediamannya di Jalan Madang RT 14 RW 3 Desa Muntang Tapus, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih. Kamis (26/7).

Derita pilu yang harus dialami bayi yang bernama Wali Anugerah, anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Ricky Rozan (36), dan Emilia (35). Kondisi kepalanya membengkak dan kesehatannya sempat menurun akibat menderita Hidrosefalus. Hidrosefalus adalah suatu keadaan di mana terjadi peningkatan pada volume cairan serebrospinal (cerebrospinalfluid / CSF). Peningkatan volume ini disebabkan karena gangguan penyerapan atau produksi yang berlebihan (lebih jarang terjadi).

Saat Tim DD Sumsel datang, Wali hanya bisa terbaring, Emilia sesekali memanggil nama Wali sembari menatap mata sang buah hatinya. Meski pada awal kelahirannya, Wali disebut pihak keluarga terlahir normal seperti bayi pada umumnya. “Saat awal kelahiran, Wali itu lahir seperti bayi normal pada umumnya. Ukuran kepalanya mulai membesar di luar kewajaran, saat ia berusia empat bulan,” tutur Emilia.

Beberapa bulan sebelumnya, mengetahui anaknya mengidap penyakit tersebut, Emilia dan suami mencoba memeriksakannya ke puskesmas terdekat. Tapi lantaran peralatan di puskemas terbatas, maka Wali pun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih.

Perempuan berkerudung itu mengatakan hampir setiap hari pergi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih untuk berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit tersebut, hingga akhirnya Wali dirujuk untuk dilakukan operasi pertama dan keduanya yang menelan biaya cukup besar.

Namun tak lama setelah operasi keduanya, kepala wali kembali membesar dan ternyata harus dioperasi kembali untuk ketiga kalinya, untuk pengangkatan cairan yang ada di kepala.

Penghasilan sang Ayah, Ricky sebagai kurir delivery sebuah rumah makan di Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih yang tidak menentu dirasa tidak cukup untuk membiayai pengobatan putra bungsunya ini.

“Wali dirujuk untuk di lakukan operasi di Palembang segera mungkin, tapi kami tidak punya biaya. BPJS kami juga sudah lama tidak dibayar angsurannya,” Jelas Emilia.

Melihat kondisi ini, DD Sumsel berupaya membantu meringankan beban Wali dan keluarga, agar Wali kembali bisa dioperasi dan sehat sehingga bisa bermain lagi seperti anak-anak yang lainnya.

“Untuk pertama, kita membantu pengaktifan kembali kartu BPJS ibu Emilia dan keluarga, dengan membayarkan tunggakan dan denda BPJS Kesehatannya. Dengan pengaktifan kembali BPJS ini semoga bisa menekan biaya pengobatan Wali, dan tentunya Wali bisa segera dioperasi,” Jelas Sigit Suhendro (Divisi Sosial Dakwah)
Setelah beberapa hari BPJS Wali dan keluarga aktif, Wali pun diberangkatkan ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk dilakukan operasi yang ketiga kalinya.

Pada Senin, (6/8) Wali yang ditemani ayah ibunya diberangkatkan ke Palembang untuk operasi, namun sesampainya di Palembang, kondisi Wali menurun. Wali Sakit, menurut diagnosa dokter balita malang ini terkena Pneumonia sehingga dokter harus menunggu kondisi Wali sembuh dan stabil terlebih dahulu barulah bisa Wali dilakukan operasi.

Tim DD Sumsel melihat kondisi Wali Anugrah sebelum operasi yang ke-3 kalinya di RSMH Palembang, sekaligus memberikan bantuan-bantuan.

DD Sumsel pun terus mensupport proses pengobatan Wali dan keluarga selama di Palembang, dengan membantu menanggung biaya kebutuhan Wali selama di Rumah sakit seperti susu, pampers, dan lainnya serta menanggung biaya obat pneuomonia serta selang operasi yang tidak di cover KIS-BPJS.

“Kita support terus proses pengobatannya, kita ingin Wali sehat kembali, Dompet Dhuafa Sumsel sebisa mungkin mengcover keperluan-keperluan tersebut sampai wali benar-benar selesai di operasi dan dinyatakan membaik,” Papar Sigit.

Senin (13/8), Setelah satu Minggu berada di RSMH, Dokter menyatakan kondisi kesehatan Wali membaik dan dinyatakan siap untuk naik ke meja opersi yang ketiga kalinya. Alhamduillah, operasinya berjalan dengan baik dan lancar meski Dokter mengatakan Wali harus istirahat terlebih dahulu di RSMH untuk memulihkan diri setelah operasi, namun untuk keluarga dan DD Sumsel ini adalah kabar yang sangat membahagiakan, kita sudah satu langkah menuju harapan melihat Wali kembali tersenyum dan bermain bersama anak-anak lainnya di luar sana.

Rabu, (22/8) DD Sumsel kembali menjenguk Wali dan keluarga di RSMH Palembang, kali ini kami melihat Wali sudah mulai tersenyum dan kondisinya sudah mulai membaik meski dalam waktu dekat ini ia harus kembali naik meja operasi, untuk masalah yang sama yakni mengambilan cairan berlebih di kepala.

Meski demikian, volume kepala anak bungsu pasangan Emilia dan Ricky tersebut, tak juga kunjung normal hingga saat ini. “Hanya dibanding sebelum operasi, ukuran kepala Wali sekarang terlihat lebih kecil sedikit. Berkurang 3 cm dari sebelumnya. Sampai saat ini, Wali masih membutuhkan perawatan khusus dan terimakasih kepada Dompet Dhuafa Sumsel yang telah membantu kami hingga sejauh ini” kata Emilia.

Tim DD Sumsel kembali menjenguk kondisi Wali Anugrah Pasca operasi di RSMH, sekaligus memberikan bantuan-bantuan.

Dalam kesempatan ini, DD Sumsel juga kembali berupaya memberikan biaya penunjang hidup selama Wali dan keluarga di RSMH Palembang, kembali dengan harapan meringankan beban keluarga dan memotivasi agar terus berjuang dan bersabar dalam menghadapi hal ini.

Wali, adalah contoh kecil betapa sulitnya masyarakat kecil untuk berobat dan mendapatkan kesehatan. Masih banyak “Wali-Wali” lainnya yang tentunya membutuhkan bantuan kita, maka dari pada itu sudah semestinya Dompet Dhuafa Sumsel hadir bersama anda untuk mereka, untuk membantu dan menebarkan kebermanfaatan seluas mungkin hingga ke penjuru negeri.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *