Kisah Nadia, PM BIM yang Kini Berubah Drastis

Nadia Fajriyanti

Palembang-Penerima manfaat dari Program Beasiswa Insan Madani (BIM) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, telah tersebar di beberapa Universitas yang ada di Sumsel ataupun provinsi lain.

Nadia Fajriyanti salah satunya. Penerima manfaat BIM tahun 2017-2018 ini, kini tercatat sebagai Mahasiswa di Universitas Institut Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Mengambil jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Nadia kini menjadi pribadi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Ia kini menjelma menjadi generasi yang punya ‘mental baja’ dan siap bersaing.

“Ketika ikut BIM dari Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, kami berasal dari berbagai daerah di  Sumsel, semua punya karakter masing-masing, punya tingkat kecerdasan berbeda-beda, kecakapan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan banyaknya kegiatan dan latihan yang diikuti di BIM membuat saya menjadi lebih berani dalam berbicara, padahal awalnya saya ini orangnya ‘pemalu’,” ungkap mahasiswa yang kini aktif dalam kegiatan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Nadia mengakui, jika ia sebelumnya adalah anak yang pasif dan kurang percaya diri. Saat bertemu dengan orang baru terkesan takut dan nervous jika harus berbicara di depan orang banyak.

“Tapi, Alhamdulillah berkat pembinaan yang saat program 2017-2018 angkatan pertama itu, saya bisa jauh lebih berani dalam  berbicara dan aktif dalam kelas belajar di kampus,” ucap Nadia, yang kini menerima beasiswa Bidikmisi ini.

Itu semua diperoleh, tak lepas dari pelatihan kepemimpinan, publik speaking, wirausaha, literasi dan banyak ilmu-ilmu Islam lainnya yang telah ia terima selama jadi bagian BIM Dompet Dhuafa Sumsel.

Tergabung dalam BIM angkatan pertama, juga menumbuhkan rasa ingin berbagi dengan sesama.

“BIM dari Dompet Dhuafa Sumsel, tentunya juga sangat meringakan beban orangtua saat masa sekolah dulu,” katanya.

Ia berharap, proses yang ia lalui itu, kelak bisa mengantarkannya masuk dalam barisan orang-orang sukses. Satu misi dalam hidupnya, mengangkat derajat orangtua.

Ia ingin mendapatkan pekerjaan yang nantinya bisa dibanggakan orangtua dan keluarga. Tak hanya bagi keluarga, Nadia juga ingin menjadi insan yang berguna bagi orang lain. Itulah, kenapa ia mengambil jurusan Manajemen zakat dan wakaf di UIN Raden Fatah Palembang.

Perekonomian zaman sekarang berkembang drastis dan bakal semakin sulit terkendali. Masyarakat yang tak mampu bersaing bakal semakin hidup terpuruk.

Mereka bisa juga merasakan hidup lebih layak lewat pelaksanaan zakat ataupun wakaf. Baik zakat atau wakaf bisa membantu menurunkan angka kemiskinan.

“Semoga saja, saya bisa menjadi orang yang berguna buat sesama, ” harapnya. zal

Posted in Beasiswa, Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *