Kisah Armin, Terus Cari Lima Anggota Keluarga Walau Kaki Terluka


.
“Bapak, jangan paksakan diri untuk tetap cari jasad. Kaki bapak masih luka, nanti infeksi,” jelas salah satu tenaga medis Dompet Dhuafa kepada Armin, salah satu korban selamat bencana tanah longsor Sukabumi.
.
“Tidak neng, saya mau tetap cari, keluarga saya masih di sana,” jawab Armin, tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
.
Armin (34), salah satu korban selamat bencana tanah longsor Sukabumi masih tetap membantu mencari warga yang masih tertimbun. Bersama tim SAR gabungan, Armin dan warga lainnya masih berusaha mencari jasad lima anggota keluarganya.
.
Iya, nenek dan keempat saudaranya tidak berhasil selamat saat kejadian memilukan itu datang. Walau Armin berhasil selamat, begitu juga dengan istri dan kedua anaknya. Namun sayang ia harus tetap berduka dengan kepergian kelima anggota keluarganya.
.
“Saat kejadian saya dan istri berhasil keluar dulu, saya bawa dua anak yang saya gendong,” terang Armin, menceritakan detik-detik longsor menerjang kampungnya.
.
Tidak pernah terbayang sebelumnya bagi Armin, harus kehilangan lima anggota keluarga sekaligus, lantaran longsor. Nenek dan empat saudaranya terus terbayang di dalam benak Armin. Lima anggota keluarganya masih dalam status hilang hingga hari Kamis (3/1/2019). Hal tersebut yang membuat Armin penasaran. Keberadaan anggota keluarganya adalah hal yang masih menghantui Armin.
.
“Saya masih penasaran, tak apa kaki saya terluka asal keluarga saya ketemu,” tukas Armin.
.
Hal tersebut membuat Armin terus ikut membantu mengevakuasi korban. Sampai kakinya harus dipenuhi luka, Armin sama sekali tidak merasakan rasa sakit.
.
“Tidak kerasa, baru tadi pas istirahat sadar kalau kaki saya ada luka sobek,” tambah Armin.
.
Tim medis Dompet Dhuafa harus melakukan tindakan penjahitan, untuk menutup luka yang ada di kaki Armin. Setelah selesai diperban, Armin masih ingin memaksakan diri mencari keluarganya. Tim medis tidak dapat berbuat banyak untuk membendung kemauan Armin.
.
Bagi Armin, andaikan memang keluarganya menjadi korban ia sudah ikhlas. Namun mensholatkan dan memakamkan jasad anggota keluarganya akan sangat mengurangi duka yang menderanya.
.
“Andai memang sudah meninggal, saya ingin bisa mensholatkan dan menguburkan keluarga saya,” jelasnya.
.
Saat ini, Armin dan sisa keluarga tinggal bersama kerabatnya di kampung tetangga. Rumah dengan segala yang ia miliki ikut tertimbun tanah longsor. Namun kesedihan terdalam Armin adalah kehilangan kelima anggota keluarganya.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

61 views