Kajian Keislaman Rutin Bersama DD Sumsel, Hadirkan Dai Kenamaan Sumsel

Ust. Hendri Kusnadi S.Th.I MM menyampaiakan materi pada kajian rutin di MAsjid Ar-raiyah bersama DD Sumsel (24/4)

Ust. Hendri Kusnadi S.Th.I MM menyampaiakan materi pada kajian rutin di MAsjid Ar-raiyah bersama DD Sumsel (24/4)

Program dakwah Dompet Dhuafa (DD) Sumsel terus memperluas kebermanfaatan, kini program dakwah DD sumsel melalui program CORDOFA (Corps Da’I Dompet Dhuafa)  hadir dengan memberikan kajian mingguan di Masjid Ar-Ra’iyah komplek gedung DPRD Sumatera Selatan.

Kajian ini dilaksanakan setiap Selasa ba’da sholat dzuhur, dan menghadirkan ustadz-ustadz kenamaan Sumsel yang tergabung dalam Corps Da’I Dompet Dhuafa Sumsel.

Selasa, (24/4) kembali bergulir program ini dengan menghadirkan Ustadz hendri kusnadi, S.Th.I MM sebagai dai pengisi. Beliau menyampaikan materi mengenai berbagai macam bentuk nafsu dalam islam yang disambut antusias oleh puluhan jama’ah yang hadir kajian di Masjid Ar-Ra’iyah Palembang.

“nafsu bahasa berasal dari bahasa Arab, Nafsun (kata mufrad) jama’nya, anfus atau Nufusun dapat diartikkan roh, nyawa, tubuh dari seseorang, darah, niat, orang dan kehendak atau keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat. dalam kondisi tertentu dibutuhkan bagi kehidupan manusia, namun harus dikendalikan dengan baik agar tidak mengakibatkan pengaruh buruk / negatif bagi manusia. Nafsu yang telah terkendali akan menimbulkan ketenangan jiwa, jelas Ustadz Hendri yang juga merupakan staff Dosen di politeknik Darussalam Prasetya Mandiri Palembang ini.

Menurut Sigit Suhendro, SH, selaku Head of Dakwah Program DD Sumsel, menjelakan program ini merupakan program bidang dakwah yang berinisiatif untuk meneruskan kewajiban dakwah dan pendampingan masyarakat guna meningkatkan kualitas kehidupan sosial beragama yang berislami.

“Ini adalah program yang dibentuk dengan langkah awal salah satunya dalam upaya mewujudkan masyarakat yang beradab melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayanaan yang berdasarkan kepada prinsip-prinsip Islam melalui peran Dai/Daiyah. Dan insyaAllah akan rutin dilaksanakan setiap hari selasa ba’da sholat dzuhur dan semoga bisa juga diterpkan di masjid-masjid lainnya di Sumsel,” Papar Sigit.

Sigit juga mengajak seluruh masyarakat Palembang, untuk ikut bergabung dan menghadiri kajian-kajian DD Sumsel dimanapun, termasuk di Massjid Ar-ra’iyah guna mendalami keislaman bersama dan kemudian tumbuh baik bersama demi menciptakan lingkungan ke Islaman yang baik di Sumsel.

Posted in Artikel, Dakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 views