Ternyata, Ini Penyebab Palembang Kembali ‘Dikepung’ Asap

Kabut asap menyelimuti Ampera. 

Palembang-Masyarakat Sumatera Selatan kembali dikepung asap dalam tiga hari terakhir.
Untuk Palembang, kabut asap tebal dan sangat menyengat terjadi antara pukul 04.00-08.00 dan 16.00-20.00 wib.
Akibat tebalnya kabut asap, jarak pandang kini berkisar 30-500 meter. Tak heran jika 14  jadwal penerbangan pada Rabu pagi mengalami keterlambatan.
“Akibat jarak pandang tak memungkinkan, beberapa keberangkatan dan pendaratan mengalami keterlambatan karena jadwal penerbangan normal itu 1.000 meter,” kata Executif General Manager Bandara Mahmud Badaruddin II Palembang, Fahroji, Rabu (9/10/2019).
Tak hanya mengangu transportasi saja, kabut asap pastinya menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga Palembang.
Wajar jika Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau warga menggunakan masker saat keluar rumah.
Kabut asap disertai abu akibat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengancam kesehatan saluran pernapasan.
“Beberapa hari ini asap kembali tebal, untuk meminimalisir dampak kabut asap dan terhindar dari Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPa),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia.
Terus apa yang menyebabkan Palembang kembali diselimuti asap, padahal pekan lalu udara sudah sempat kembali normal?. Dari sumber Lapan pada 9 Oktober, diketahui jika titik panas terjadi di sebelah Tenggara Kota Palembang, tepatnya di wilayah Banyuasin 1, Tulung Selapan dan Mesuji.
Asap akibat Karhutla yang terjadi di tiga titik tadi dibawa angin permukaan, yang berhembus dari Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 4-11 knot (7-20 km/jam).
“Asap lebih tebal dan pekat pagi dan sore hari, karena labilitas udara yang stabil, tidak ada masa udara naik pada waktu itu,” jelas Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang Bambang Benny Setiadji. (Zal)
Posted in Korban Kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *