Jendi Pangabean, Bukti Nyata Disabilitas Bukan Halangan Berprestasi

Jendi Pangabean (istimewa)

Palembang-Setiap tanggal 3 Desember, diperingati sebagai ‘Hari Disabilitas Internasional’. Peringatan ini pertama kali dicetuskan PBB sejak tahun 1992, dengan harapan menghilangkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.
Mereka berhak mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya. Bahkan, mereka yang hidup dengan keterbatasan fisik, sebenarnya mampu berkontribusi atau melakukan sesuatu sama baiknya atau bahkan lebih dari orang normal.
Jendi Pangabean, adalah bukti nyata dari hal itu. Bagi pecinta olahraga Sumatera Selatan atau bahkan Indonesia, namanya sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran 10 Juni 1991, dijuluki sebagai Aquaman.
Julukan ini layak disematkan kepadanya, karena kemampuannya berenang. Padahal, Jendi punya keterbatasan, yakni hanya mempunyai satu kaki.
Saat masih berusia 12 tahun, kecelakaan tunggal sepeda motor yang ia alami bersama temannya, membuatnya harus rela kehilangan kaki kirinya. Tepat dibagian paha ke bawah, kaki Jendi diamputasi.
Musibah ini menjadi pukulan telak bagi mentalnya. Ia mendadak menjadi anak yang berbeda dengan yang lainnya. Sejak saat itu, aktivitas yang ia lakukan menjadi terbatas. Kedua orangtua Jendi pun sangat terpukul melihat fisik anaknya yang tak lagi utuh kala itu.

Tapi, tuhan punya rencana lain bagi Jendi. Ia yang sejak kecil suka berenang membuatnya menjadi anak yang istimewa. Sadar akan potensi dirinya, Jendi pun akhirnya terjun ke dunia olahraga sebagai atlet dan bergabung dengan salah satu klub renang di Palembang.
Dia ingin mengasah bakat renangnya. Pada 2012, menjadi titik balik kehidupannya. Latihan kerasnya membuahkan hasil, terbukti di menjadi salah satu para inspirasi unggulan Indonesia dari cabang olahraga para renang.
Prestasi demi prestasi ia torehkan di ajang nasional maupun tingkat Asia Tenggara. Pada 2012 Pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Riau 2012, Jendi mampu meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Dia juga memecahkan rekor 50 M gaya punggung. Pencapaian pada ajang olahraga Paralimpiade nasional mengantarkannya masuk pelatnas. 2013 ASEAN Para Games, Myanmar.
Pada debutnya di ajang multi event Asia Tenggara ini, dia mendapatkan 2 emas dan 1 perak selain itu dia kembali memecahkan rekor 50m gaya punggung. 2015 ASEAN Para Games Singapore, Jendi berhasil meraih 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu serta dia kembali memecahkan rekor 100m gaya punggung dan 200m gaya ganti.
Pada 2017 Ajang ASEAN Para Games, Malaysia ini membuat namanya menjadi melambung. Jendi berhasil membawa pulang lima medali emas sekaligus, di nomor 400M gaya bebas, 100M gaya punggung, 200M gaya ganti, estafet 4×100M gaya bebas 34 point dan 4x100M gaya ganti 34 poin.
Bahkan, terinspirasi dari kegigihan dan prestasi Jendi. CIAYO Comics yang mengadaptasi cerita kehidupan Jendi. Komik yang ditulis oleh Fahmi Hamka dan Tonny Hanggoro, diberi judul yang sama seperti namanya.
Sedangkan ilustrasi dirinya digambar oleh DS Studio. Komik tersebut sudah dirilis sejak 1 September 2018. Jendi kembali menorehkan prestasi kelas Asia pertamanya dengan meraih perunggu saat turun di nomor gaya bebas 100M putra klasifikasi S9 pada Senin malam (8/10/2018).
Si Aquaman kebanggaan Indonesia ini kembali berhasil mengukur sejarah baru dimana pada final Asian Para Games nomor gaya punggung 100M klasifikasi S9, Jendi berhasil menduduki tempat pertama sebagai para inspirasi renang tercepat se Asia.
Jendi mampu mengharumkan nama Indonesia di kaca Internasional dan membuat sang ‘Merah Putih’ beberapa kali berkibar tinggi dari Negara lain. Materi pun, sudah pasti mengikuti dari sederet prestasi yang ia dapat.
Jendi bisa menjadi inspirasi banyak orang termasuk orang dengan fisik normal sekalipun. Bagi Jendi, kuncinya adalah berani dan punya tekad yang besar.
“Mereka harus berani, punya kemauan dan semangat yang tinggi,” katanya.
Bagi penyandang disabilitas, cita-cita atau mimpi yang dimiliki, harus digapai. Menjadi berbeda, bukan berarti harus mindir atau semakin terpuruk. Terus berusaha dan pantang menyerah, itu harus dilakukan. Zal

Posted in Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *