DMC Dompet Dhuafa Bangun ‘Safe School’ di MI Masdarul Ulum Kabupaten Ogan Ilir Sumsel

 

DD Sumsel mewakili DMC Dompet Dhuafa Pusat memberikan perlengkapan aman asap pada MI Masdarul Ulum Kabupaten Ogan Ilir

Palembang-Kabut asap di Sumatera Selatan semakin pekat dan tebal. Masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan Kabupaten/kota disekitarnya merasakan langsung dampak dari asap.

Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) Pusat merespon hal itu, dengan membangun Safe School di Sekolah MI Masdarul Ulum, Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ketua rombongan, Narwan bersama empat rekannya meluncur ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kebun Raya Sriwijaya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, bergabung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Sumatera Selatan, guna memadamkan api, Kamis (19/9/2019).

Sementara dua anggota DMC lain mengendarai Ambulance DMC berangkat menuju Sekolah MI Masdarul Ulum, di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Tim kedua dibantu Dompet Dhuafa Sumsel dan relawan, bersama-sama melakukan penyuluhan, pembagian masker, instalasi program aman asap, membangun safe school.

DMC Dompet Dhuafa dan DD Sumsel memasang kipas angin di MI Masdarul Ulum Kabupaten Ogan Ilir

Safe school merupakan perwujudan konsep safe house. Dimana ada dua ruang kelas yang dilengkapi fasilitas seperti di safe house, yaitu ruangan bebas asap.

“DMC Pusat memberikan kipas angin, eksos, hordeng, akuarium, ikan, tanaman lidah mertua, lili paris dan srigading untuk mengurangi dampak asap di MI Masdarul Ulum,” jelas Penanggungjawab DMC Sumatera Narwan, Kamis (19/9/2019).

Tanaman lidah mertua, terkenal dapat mengurangi polusi udara. Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menjadi anti-polutan sehingga bisa mengurangi polusi udara di lingkungan Sekolah MI Masdarul Ulum.

Lidah mertua, memiliki kemampuan untuk menyerap jumlah karbon monoksida dan karbon dioksida yang berlebihan.
Selain itu, lidah mertua dapat menghasilkan oksigen sehingga membuat kualitas udara lebih baik.

Selanjutnya ada tanaman lili paris, yang juga dikenal mengandung beberapa zat kimia penting, seperti flavonoid yang mengandung antioksidan dan anti kanker. Begitu tanaman srigading, juga punya manfaat sama mengurangi anti oksidan.

“Total ada 30 tanaman dari 3 jenis itu. Kita juga berikan lima akuarium, lengkap dengan ikannya. Nanti di Jambi dan Riau juga akan berikan bantuan Perlengkapan Aman Asap yang sama dengan di Sumsel,” ungkapnya.

Di Jambi nanti, tim juga bakal membantu pemadaman api dan kembali membangun safe school.

“Kalau di Sumsel, safe school dimama perlengkapan aman asap kita berikan pada Masdarul Ulum, di Jambi nanti hal yang sama akan kita lakukan, yang rencananya di PAUD. Kalau di Riau nanti SMP yang bakal menerima bantuan dari DMC Dompet Dhuafa,” kata Narwan. (Zal)

Posted in Kemanusiaan, Korban Kebakaran, Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *