DD Sumsel Mulai Jalankan Program LBD ConocoPhillips 2019

Kolam pembibitan ikan di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin.

Palembang-Dompet Dhuafa Sumatera Selatan (Sumsel) menerjunkan stafnya untuk meninjau langsung tiga desa yang menjadi lokasi dari pelaksanaan program Local Business Development (LBD) hasil kerjasama dengan PT. ConocoPhillips.

Tiga desa ini adalah Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa dan Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko. Dari ketiga desa, Desa Sukamaju, Kecamatan Babat, sudah ada learing center, untuk membantu pembudidaya ikan dan sayur-sayuran untuk menambah ilmu dalam meningkatkan hasil produktivitas.

DD Sumsel dalam kegiatan ini bertugas memberikan pendampingan pada kelompok pembudidaya ikan dan petani sayur di ketiga desa itu, sampai akhir tahun ini.

“Kita tinjau ketiga lokasi yang harus didampingi DD Sumsel terkait program LBD. Kita fokus pada budidaya ikan dan petani sayuran. Dari ketiga desa, budidaya ikan saat ini kurang maksimal karena keterbatasan air kolam,” ucap Staf Ekonomi DD Sumsel M. Herlambang Triatmodjo, Rabu (9/10/2019).

Musim kemarau panjang, membuat kelompok budidaya ikan kekurangan air. Mereka tidak mempunyai air yang cukup untuk mengisi kolam ikan yang telah tersedia.

“Misalnya, salah satunya di Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, disini ada tiga kolam tapi karena keterbatasan air. Satu kolam yang seharusnya bisa menampung 10.000 ikan lele, terpaksa lebih sedikit cuma 5.000 ikan lele,” jelasnya.

Dua tempat lain seperti Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat dan Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko, masalahnya hampir sama. Hasil panen budidaya ikan tak bisa maksimal karena keterbatasan air.

“Mereka ada kolam buat menampung air, untuk digunakan buat kolam ikan itu. Tapi, untuk sementara memang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Ini akan coba kita maksimalkan dan mudah-mudahan hujan juga turun dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Masih kata Herlambang, DD Sumsel juga bertugas mendampingi kelompok tani mulai dari petani kangkung, bayam, kacang panjang, cabe, terong lalap dan terong sayur.

“Sayur juga menjadi basis ekonomi yang penting bagi sebagian rumah tangga tani dan masyarakat di desa itu,” ucapnya. (Zal)

Posted in Pemberdayaan Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *