Sukabumi, Jawa Barat – Sebanyak 18 santri Ekselensia Tahfizh School (Haqer) Angkatan ke-6 resmi diwisuda dalam acara Wisuda Haqer #6 yang diselenggarakan pada Rabu (24/6/2026) di Pesantren Tahfizh Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat. Momen ini menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan sekaligus awal perjalanan baru para santri untuk mengabdi kepada masyarakat melalui ilmu dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Acara wisuda dihadiri oleh para wisudawan beserta orang tua dan wali santri, Kepala Pesantren Tahfizh Green Lido Ustadz Juli Siswanto beserta jajaran dan para pengajar, tim Dompet Dhuafa Sumatera Selatan yang diwakili oleh Plt. Pimpinan Cabang Penta Agustina, SDM Program Pendidikan Ardifa Auliya, Fasilitator eTahfizh Sumsel M. Haris Al Habib, aparatur pemerintah setempat, serta General Manager School Development Dompet Dhuafa.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan penampilan Tari Saman dari siswa SMART Ekselensia Indonesia yang menambah semarak suasana. Selanjutnya, Kepala Pesantren Tahfizh Green Lido, Ustadz Juli Siswanto, menyampaikan laporan kelulusan santri Haqer #6. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa seluruh santri telah berhasil melalui serangkaian tahapan evaluasi, mulai dari Ujian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), Ujian Syahadah, Ujian Akhir Program, hingga berbagai persiapan memasuki jenjang perguruan tinggi.
Dari 18 santri yang diwisuda, sebanyak 9 santri berhasil diterima melalui jalur UTBK-SNBT di berbagai perguruan tinggi negeri sesuai pilihan mereka. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa para santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi akademik yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Prosesi wisuda dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an yang berlangsung khidmat. Dalam sesi ini, para santri mengikuti uji hafalan Al-Qur’an bersama panelis yang berasal dari orang tua dan wali santri. Momen tersebut menjadi simbol keterlibatan keluarga dalam menyaksikan hasil perjuangan putra-putra mereka selama menempuh pendidikan tahfizh.


Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Ustadz Unang Setiana, prosesi wisuda, serta penganugerahan mahkota kepada orang tua. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih atas doa, pengorbanan, serta dukungan yang senantiasa mengiringi perjalanan pendidikan para santri hingga mencapai titik kelulusan.
Tidak hanya menjadi ajang pelepasan, Wisuda Haqer #6 juga menjadi momentum apresiasi terhadap karya intelektual para santri melalui peluncuran buku karya santri eTahfizh. Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan yang berisi refleksi, pengalaman, dan perjalanan mereka selama mengikuti proses pembinaan. Kehadiran buku ini menunjukkan bahwa pendidikan di Ekselensia Tahfizh School tidak hanya berfokus pada pembentukan hafizh Al-Qur’an, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang produktif dalam literasi dan mampu menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Di antara 18 wisudawan, terdapat lima santri eTahfizh Sumatera Selatan yang telah menjalani program terminasi selama dua bulan di Pesantren Tahfizh Green Lido. Kelima santri tersebut adalah Abdullah Azzam Alliy Ghozi (Bogor), Andi Faiq Muhammad Dwi Putra (Bogor), Gaizka Arief Ramadhan (Bogor), Bayu Anugerah (Palembang), dan M. Fadilah Malik (Lampung).





Plt. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Penta Agustina, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh dedikasi. Ia berharap para lulusan dapat menjadi generasi Qurani yang terus menjaga hafalannya, berprestasi di bidang akademik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun mereka berada.
Wisuda Haqer #6 menjadi penutup dari perjalanan panjang para santri dalam menuntut ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan membentuk karakter. Lebih dari sekadar seremoni kelulusan, momen ini menjadi awal langkah baru bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pengabdian kepada umat.


