Cara DD Sumsel Membangun Kebersamaan antara PM Beasiswa Insan Madani  

Salah satu Penerima Manfaat Beasiswa Insan Madani Angkatan 3 Dompet Dhuafa Sumsel mencoba menaklukkan rasa takut dengan menjajal permainan outbound di Punti Kayu.

Palembang-Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan menggelar Student Cooperation Program di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu, Palembang, Minggu (13/10/2019).
Desty Rina Purnamasari dari Divisi Pendidikan DD Sumsel menjelaskan, jika  Student Cooperation Program sengaja dilakukan Dompet Dhuafa Sumsel khusus untuk 26 siswa-siswi penerima manfaat Beasiswa Insan Madani (BIM) angkatan 3.
Mereka berasal dari beberapa sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat, yang tersebar di 10 Kecamatan di Palembang.
“Kita sengaja mengajak penerima manfaat Beasiswa Insan Madani ini ke Punti Kayu dan bermain outbound, dengan tujuan saling mengenal antar siswa. dan antar tutor,” ungkapnya.
Selain dari itu, outbound juga membantu melatih kerjasama tim, membangun jiwa pemimpin, kepedulian antar teman, kebersamaan dan masih banyak manfaat lain yang bisa dipetik dari kegiatan ini.
Hasil dari pelaksanaan program Student Cooperation Program, sudah tampak terlihat jelas usai kegiatan. Penerima manfaat Beasiswa Insan Madani Angkatan 3 ini, sudah saling kenal dan jauh lebih akrab dari sebelumnya.

26 siswa-siswi penerima manfaat Beasiswa Insan Madani Angkatan 3 Dompet Dhuafa Sumsel.

Untuk kembali mengingatkan, sebelumnya Pimpinan Cabang (Pimcab) DD Sumsel Kusworo Nursidik, Lc telah menyebutkan, jika penerima manfaat Beasiswa Insan Madani Angkatan 3, tidak hanya akan mendapatkan bantuan uang sebagai bentuk beasiswa saja, tapi juga ada beberapa program pembinaan yang dilakukan Dompet Dhuafa Sumsel.

“Pemberian Beasiswa Insan Madani Angkatan 3 sebagai upaya kita melahirkan insan-insan yang cerdas, punya karakter, dan inovatif. Kita kemas dalam program pembinaan, jadi tidak hanya bantuan pendidikan uang. Tapi yang paling penting dari program pendidikan Dompet Dhuafa adalah pengembangan kapasitas,” jelasnya.

Program pengembangan kapasitas ini wajib diikuti penerima beasiswa untuk meningkatkan wawasan siswa sebagai generasi penerus bangsa, mandiri, punya kepedulian dan asfek pribadi positif lainnya. (Zal)

Posted in Beasiswa, Pendidikan, School of Master Teacher.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *