BIM Beri Harapan Buat Anak Buruh ‘Penyadap’ Karet

Amanda Juliani, salah satu penerima Beasiswa Insan Madani asal Prabumulih.

Prabumulih-Amanda Juliani, menjadi satu dari 20 Penerima Manfaat Beasiswa Insan Madani (BIM) dari Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih.

Amanda yang datang bersama ibunda tercinta, Rusmiati, terlihat sangat bahagia saat dijumpai pada Launching Beasiswa Insan Madani (BIM) dan Yatim Kreatif Indonesia (YAKIN), di Pendopo, Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Kamis (6/3/2020).

Amanda adalah siswa berprestasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri  7 Prabumulih. Hidup dalam keterbatasan ekonomi, bukan halangan baginya untuk meraih  rangking pertama atau kedua di kelas.

Ayah Amanda, Strisno, bekerja sebagai buruh sadap karet. Meski sudah membanting tulang sebelum matahari terbit, pendapatan Strisno masih belum cukup.

“Biasanya dalam seminggu itu, paling besar dapat Rp250.000. Jadi satu bulan paling Rp1 juta. Itu cukup untuk biaya hidup saja,” ungkap Rusmiati.

Sebagai orang tua, Rusmiati mengaku, khawatir anaknya putus sekolah. Padahal, Amanda merupakan siswa yang berprestasi.

“Semester terakhir anak saya rangking kedua, tapi sebelumnya, rangking pertama. Tapi, meski sering dapat rangking, baru kali ini anak saya dapat beasiswa,” ungkap Rusmiati, warga Perumnas Prabumulih Indah, blok I luar ini.

Besaran Beasiswa Insan Madani (BIM) Rp300.000 setiap bulan, lebih dari cukup untuk biaya sekolah Amanda.

“Beasiswa sebesar Rp300.000 setiap bulan, itu akan sangat membantu pendidikan anak,” ujarnya.

Tak hanya beasiswa saja, putrinya juga bakal mendapatkan berbagai program pembinaan pengembangan kualitas.

“Semoga kelak Amanda, bisa menjadi orang yang sukses,” harapnya. zal

Posted in Beasiswa, Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *