Beasiswa Insan Madani & YAKIN Sampai Prabumulih

Penyerahan Beasiswa Insan Madani dan YAKIN secara simbolis oleh Staf Ahli Pemerintah Prabumulih Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mulyadi Musa. 

Prabumulih-Sebanyak 40 siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Prabumulih, menerima Beasiswa Insan Madani (BIM) dan Yatim Kreatif Indonesia (YAKIN), dari Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan (Sumsel) Unit Prabumulih.
Penyerahan beasiswa, tas dan alat tulis secara simbolis, yang sekaligus menandai launching Program BIM dan YAKIN, dilakukan Walikota Prabumulih yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mulyadi Musa bersama Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel Kusworo Nursidik, Lc, di Pendopo, Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Kamis (5/2/2020).
‘Peristiwa’ bersejarah ini, juga disaksikan langsung Ketua MUI Prabumulih Aliyaman, Kemenag Prabumulih Yaskuri Dalimunte dan Kepala Sekolah SMA dan Sekolah Dasar di Prabumulih.
Kepada orangtua dan penerima beasiswa, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sumsel Kurworo Nursidik, LC mengungkapkan, jika untuk penerima Beasiswa Insan Madani (BIM) mendapatkan beasiswa Rp300.000 setiap bulannya.
Sementara untuk anak Yatim Kreatif Indonesia (YAKIN) Sumatera Selatan di Prabumulih, dikemas berbeda untuk tahun ini. Itu karena, Dompet Dhufa Sumsel Unit Prabumulih dipastikan juga akan memberikan beasiswa Rp100.000 per orang untuk setiap bulannya.
“Jadi, ada 20 penerima manfaat Beasiswa Insan Madani dan 20 penerima manfaat dari program YAKIN,” ungkapnya.
Sebelum launching beasiswa di Prabumulih, tercatat ada 90 siswa penerima BIM dan 130 penerima manfaat dari program YAKIN.
“Itu belum ditambah 20 penerima manfaat dari program BIM dan 20 penerima program YAKIN dari Prabumulih. Baik penerima manfaat di Prabumulih atau di Palembang, mereka berasal dari keluarga dhuafa atau anak yatim,” katanya.

Penerima beasiswa di Prabumulih, bisa disebut beruntung, karena selama ini kedua program di pusatkan di Palembang.

Tapi, berkat adanya Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih, kedua program tadi bisa hadir dan dirasakan siswa-siswi di pelosok desa atau kelurahan di Prabumulih.
Nantinya, penerima manfaat dari kedua program, tidak hanya akan mendapatkan beasiswa semata, tapi juga ada pembinaan pengembangan kapasitas.
Program pengembangan kapasitas ini wajib diikuti penerima beasiswa untuk meningkatkan wawasan siswa sebagai generasi penerus bangsa, mandiri, punya kepedulian dan aspek pribadi positif lainnya.

Masih kata ustadz Kusworo, sebenarnya, Program DD Sumsel sudah lama membantu kaum dhuafa di Prabumulih.
“Sebelumnya, kami telah hadir di Prabumulih. Dompet Dhuafa Sumsel menebar hewan kurban, distribusi zakat, bantuan layanan mustahik dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah yang masuk, Dompet Dhuafa Sumsel selalu menyalurkannya di tempat dihimpun. “Artinya, kalau zakat, infak, sedekah dihimpun di Prabumulih. Tidak ada yang disetor ke provinsi ataupun pusat. Semua buat membantu dhuafa di Prabumulih,” tegasnya.
Untuk membantu lebih banyak dhuafa di Prabumulih, DD Sumsel mengajak masyarakat untuk berzakat, infak dan sedekah lewat Dompet Dhuafa Sumsel Unit Prabumulih yang berada di Jalan Sudirman, RT/RW 01/07, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.
Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mulyadi Musa, memberikan apresiasi pada Dompet Dhuafa Sumsel yang telah memberikan beasiswa buat siswa yang tidak mampu di Prabumulih.
Untuk membantu warga miskin, pemerintah Prabumulih sebenarnya punya beberapa program yang hampir sama dengan Dompet Dhuafa Sumsel, yakni mengumpulkan zakat penghasilan pegawai Pemko Prabumulih.
Dana yang terkumpul biasanya dibangunkan rumah untuk orang tidak mampu.
“Bagus juga, kita buat rumah dan Dompet Dhuafa Sumsel membantu penghuni rumah,” katanya.
Itu artinya, program yang ada di Prabumulih bisa bersinergi dengan Dompet Dhuafa Sumatera Selatan. Apa yang dilakukan DD Sumsel lewat kantor unit di Prabumulih, membuktikan jika membantu warga miskin, bukan tanggungjawab pemerintah saja.
“Itu jadi tanggungjawab kita bersama,” ucapnya. zal

Posted in Anak Yatim, Beasiswa, Pendidikan, Yatim Kreatif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *