Amal Wakaf Tak Pernah Putus Sepanjang Masa

27072583_615749375423812_6036212192708158082_n

Banyak kisah wakaf yang terus tumbuh dan berkembang seperti Al Azhar dan sumur Utsman Bin Affan.

Di awal-awal tahun hijrah, Madinah mengalami paceklik. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-harinya.

Di tengah musim kemarau itu, ada satu sumur yang menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan. Sayangnya, sumur itu dimiliki seorang Yahudi yang tidak membiarkan seorang pun mengambil dengan gratis. Sumur itu dikenal dengan sebutan Bi’ru Raumah. Bi’ru bermakna sumur, dan Raumah merujuk pada nama si pemilik sumur.

Kaum muslimin pun harus merogoh kocek yang cukup banyak hanya untuk mendapatkan air dari sumur itu. Kesulitan yang dialami umat Islam ini kemudian teratasi setelah sahabat Rasulullah yang juga Khalifah ketiga, Utsman bin Affan membeli dan mewakafkan sumur itu untuk umat Islam.

Wakaf sumur Utsman terus berkembang dari masa ke masa. Perawatan wakaf Utsman ini dilanjutkan ke Kerajaan Arab Saudi. Di sekitar sumur Raumah ini tumbuh ribuan pohon kurma yang kini dikelola Kementerian Pertanian Arab Saudi. Sumur Raumah menjadi sumber air untuk pertanian di wilayah ini.

Pemerintah Saudi mengelola hasil kebun di sekitar wakaf Utsman ini dengan baik. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin lalu separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan.

Rekening atas nama Utsman bin Affan dipegang oleh Kementerian Wakaf. Dengan begitu ‘kekayaan’ Utsman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Uang tersebut digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi. Di atas tanah itulah Hotel Utsman bin Affan dibangun dari uang yang ada di rekening yang berusia 1.400 tahun itu, tepat disamping masjid yang juga atas nama Utsman bin Affan.

Hotel tersebut kini dikelola oleh Sheraton. Hotel tersebut berdiri gagah setinggi 15 lantai dengan 24 kamar di setiap lantai. Hotel tersebut dilengkapi dengan restoran besar dan tempat belanja.

Inilah contoh wakaf yang produktif dan terus mengalir tiada nanti. Bahkan bukan manfaatnya yang terus mengalir melainkan juga amalnya. Dalam kasus wakaf Utsman ini, amalnya akan mengalir terus sampai hari akhir ke kitab amal sholeh atas nama Utsman bin Affan.

Posted in Artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 views